Gegara Relokasi Besar-besaran Pabrik iPhone di Luar China, India Bakal Menang Banyak

iphone india

Selular.ID – India dipastikan bakal menang banyak gegara rencana Apple memperluas basis produksi smartphone andalannya iPhone di luar China.

Posisi strategis India telah disuarakan oleh Ming-Chi Kuo. Ming yang merupakan analis teknologi yang berfokus pada Apple di TF International Securities yang berbasis di Hong Kong, penguncian di kota “iPhone” Zhengzhou mendorong Apple bersama mitra utamanya, Foxconn mempercepat produksi iPhone di India.

Kuo mengharapkan iPhone yang dibuat di India—masih oleh Foxconn—akan tumbuh setidaknya 150% tahun depan.

“Tujuan jangka menengah hingga jangka panjang Foxconn adalah mengirimkan 40% hingga 45% iPhone dari India, dibandingkan saat ini 2% hingga 4%, yang berarti kapasitas produksi iPhone Foxconn di India akan meningkat pesat dalam beberapa tahun ke depan,” kata Ming Kuo.

Diketahui, Apple sudah memproduksi ponsel iPhone 14 di di India, hanya beberapa minggu setelah produksi di China dimulai. Diperkirakan pada tahun depan, produksi iPhone 15 akan dimulai bersamaan dengan produksi di China.

Jelas dengan persoalan geopolitik yang dihadapi saat ini, Apple sangat mengandalkan Foxconn. Dengan tingginya ketergantungan Apple terhadap Foxconn, tak berlebihan jika nyawa Apple sejatinya berada di tangan perusahaan Taiwan itu.

Baca Juga: Tak Terima Didenda $164,1 Juta, Google Lawan Balik Otoritas India

Di sisi lain, dengan relokasi besar-besaran,  India kelak memiliki peranan penting sebagai negara berikutnya setelah China, menjadi pusat manufaktur Apple.

Sebuah laporan terbaru memperkirakan, India bisa merakit hingga 50 persen produksi iPhone pada 2027, naik signifikan dibandingkan kurang dari 5 persen saat ini. Jumlah 50 persen itu setara dengan skala produksi di China daratan.

“Kecepatan migrasi rantai pasokan ke India akan dipercepat di masa depan karena kebutuhan untuk mendiversifikasi risiko mengingat ketidakpastian dalam pengendalian pandemi China,” kata Luke Lin, analis di unit penelitian surat kabar harian Taiwan DigiTimes yang berfokus pada teknologi, dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada Selasa (17/1).

India, yang tahun lalu melampaui Inggris untuk menempati peringkat sebagai ekonomi terbesar kelima di dunia, diperkirakan akan menyumbang hingga 25 persen dari total produksi iPhone pada akhir 2023, dan sebanyak 40 persen pada tahun 2025, tambah DigiTimes.

Sementara China, tempat hingga 85 persen iPhone diproduksi secara global tahun lalu, berisiko kehilangan peran dominannya sebagai pusat manufaktur untuk perangkat Apple imbas perseteruan AS – China, menurut Lin.

Dengan persoalan geopolitik tersebut, Lin meyebutkan India dan Vietnam bakal menjadi “penerima manfaat terbesar” dari upaya Apple untuk mengalihkan lebih banyak rantai pasokan manufakturnya ke luar China.

Perkiraan DigiTimes Research lebih agresif daripada prediksi JPMorgan sebelumnya bahwa India akan merakit 25 persen dari total iPhone di seluruh dunia pada 2025.

Grup Teknologi Foxconn yang berbasis di Taiwan, secara resmi dikenal sebagai Industri Presisi Hon Hai, telah menjadi salah satu kontraktor Apple yang paling agresif untuk meningkatkan usahanya di India.

Pabrikan kontrak elektronik terbesar di dunia pada bulan Desember melakukan suntikan uang tunai sebesar US$500 juta ke anak perusahaannya di India, Foxconn Hon Hai Technology India Mega Development.

Baca Juga: Empat Tahun Lagi, Jumlah iPhone “Made in India” Diprediksi Bakal Sama Dengan Produksi China

Samsung Ikuti Langkah Apple, Relokasi Pabrik di Luar China

Tak hanya Apple, merek smartphone besar lainnya juga meningkatkan produksinya di luar China, menurut laporan DigiTimes.

Samsung Electronics, misalnya, telah mengalihkan lebih banyak kapasitas manufaktur ponsel pintar Android dari China sejak 2019, terutama ke Vietnam.

Produksi smartphone Samsung di China diproyeksikan akan berhenti dalam lima tahun ke depan, menurut laporan tersebut, karena pangsa pekerjaan perakitan Vietnam dan India masing-masing mendekati 35 persen hingga 40 persen dan 40 persen hingga 45 persen, pada 2027.

Tren tersebut mencerminkan bagaimana gangguan dalam industri manufaktur China, termasuk penguncian mendadak dan masalah terkait Covid-19 lainnya, telah mendorong merek global seperti Apple dan Samsung untuk segera membangun rantai pasokan baru di seluruh Asia.

Sementara Foxconn, yang merupakan pemasok iPhone utama Apple, telah bergegas memulihkan kapasitas produksi penuh di kompleks manufakturnya di Zhengzhou, ibu kota provinsi Henan tengah.

Kondisi itu menyusul gangguan parah termasuk protes pekerja yang berubah menjadi kekerasan dan eksodus puluhan ribu karyawan di tengah pandemi Covid-19 yang memuncak di China pada Oktober tahun lalu.

Sejauh ini pabrik iPhone terbesar di dunia di Zhengzhou telah pulih secara bertahap menjadi sekitar 90 persen dari kapasitas maksimum pada 30 Desember, menurut laporan media pemerintah Henan Daily yang mengutip wakil manajer di pabrik tersebut Wang Xue.

Selain Apple, Samsung juga diperkirakan akan mengalami penurunan kapasitas manufaktur gabungan mereka di China hingga 50 persen pada 2027, turun dari sekitar 70 persen pada tahun 2023, menurut laporan DigiTimes.

Bagian India dari kapasitas produksi itu diperkirakan akan meningkat hingga 35 persen pada periode yang sama, kata laporan itu. Kondisi yang sama juga terjadi di Vietnam. Pangsa produksi di negara itu diperkirakan meningkat sebanyak 15 persen.

Sebelumnya, posisi strategis India juga telah disuarakan oleh Ming-Chi Kuo. Ming yang merupakan analis teknologi yang berfokus pada Apple di TF International Securities yang berbasis di Hong Kong, penguncian di kota “iPhone” Zhengzhou mendorong Apple bersama mitra utamanya, Foxconn mempercepat produksi iPhone di India.

Kuo mengharapkan iPhone yang dibuat di India—masih oleh Foxconn—akan tumbuh setidaknya 150% tahun depan.

“Tujuan jangka menengah hingga jangka panjang Foxconn adalah mengirimkan 40% hingga 45% iPhone dari India, dibandingkan saat ini 2% hingga 4%, yang berarti kapasitas produksi iPhone Foxconn di India akan meningkat pesat dalam beberapa tahun ke depan,” kata Ming Kuo.

Diketahui, Apple sudah memproduksi ponsel iPhone 14 di di India, hanya beberapa minggu setelah produksi di China dimulai. Diperkirakan pada tahun depan, produksi iPhone 15 akan dimulai bersamaan dengan produksi di China.

Jelas dengan persoalan geopolitik yang dihadapi saat ini, Apple sangat mengandalkan Foxconn. Dengan tingginya ketergantungan Apple terhadap Foxconn, tak berlebihan jika nyawa Apple sejatinya berada di tangan perusahaan Taiwan itu.

Di sisi lain, dengan relokasi besar-besaran,  India kelak memiliki peranan penting sebagai negara berikutnya setelah China, menjadi pusat manufaktur Apple.

Baca Juga: iPhone 13 Jadi Model Terlaris di India di Q3-2022