Di Tangan Tim Cook, Apple Ubah Kebijakan Rantai Produksi

Tim Cook

Selular.ID – Terus meningkatnya ketegangan antara AS dan China, memaksa Apple untuk memperluas basis dan jaringan produksi ke berbagai negara.

Selain India, raksasa teknologi yang berbasis di Cupertino, California itu, terus memperkuat kemitraan dengan Jepang.

Pentingnya peran Jepang bagi Apple, ditandai dengan kunjungan orang nomor satu di Apple Tim Cook ke negeri Matahari Terbit itu.

Selama kunjungan ke pusat semikonduktor di prefektur Kumamoto (13/12/2022), Cook menyoroti kontribusi jaringan pemasoknya yang luas di Jepang.

Tim Cook yang ditunjuk sebagai CEO pada 24 Agustus 2011, pasca wafatnya pendiri Apple Steve Jobs, mencatat bahwa raksasa ponsel pintar itu menaikkan investasi di negara tersebut sebesar 30 persen sejak 2019, menurut laporan Reuters.

Cook mencatat Apple memiliki hampir 1.000 pemasok di Jepang dan menginvestasikan lebih dari $100 juta selama lima tahun terakhir.

Dalam sebuah tweet, Cook menyatakan Sony adalah pemasok utama sensor kamera untuk iPhone dan telah menjadi mitra selama lebih dari satu dekade.

Baca Juga: Menurut StatCounter, Apple Masuk Top 5 Vendor Smartphone di Indonesia 2022

Selain Sony, Apple juga bermitra dengan perusahaan menengah dan kecil termasuk perusahaan tekstil Inoue Ribbon Industry Co dan produsen cetakan Shincron Co sebagai mitra.

Apple mengatakan 29 pemasok Jepang telah berkomitmen untuk beralih ke energi terbarukan untuk bisnis terkait Apple pada tahun 2030, termasuk Sony, Murata Manufacturing Co, Keiwa Inc, Fujikura, dan Sumitomo Electric Industries.

Kunjungan Cook ke wilayah di mana Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) sedang membangun fasilitas chip dalam kemitraan dengan Sony, dilakukan pada saat meningkatnya ketegangan perdagangan dengan China dan gangguan pada rantai pasokan global.

Apple meningkatkan langkah untuk mentransfer beberapa produksi dari China dan mendiversifikasi basis pemasoknya.

Pekan lalu, TSMC mengumumkan akan meningkatkan investasinya di AS menjadi $40 juta, dengan rencana untuk membangun pabrik kedua karena beberapa perusahaan AS mendorong sumber lebih banyak komponen secara lokal untuk mengurangi ketergantungan pada impor.