Keras! Cerita Lima Vendor Smartphone yang Terlempar Dari Posisi Lima Besar

Selular.ID – Dengan permintaan mencapai 40 – 60 juta unit per tahun, pasar Indonesia terbilang seksi. Jumlah tersebut, menempatkan Indonesia sebagai pasar ponsel terbesar di Asia Tenggara dan ke empat di dunia.

Bagi vendor, kue sebanyak itu tentu layak diperebutkan. Sehingga penguasaan pasar (market share) menjadi salah satu ukuran keberhasilan. Alhasil, semua vendor berupaya bisa menempati posisi puncak.

Firma analisis pasar Canalys, belum lama ini merilis peta pasar ponsel di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk kuartal kedua 2022.

Hasilnya, untuk pasar Indonesia, Samsung kembali mampu menyegel posisi teratas, setelah beberapa kuartal dikuasai Oppo dan Vivo. Kejutan lain adalah, masuknya pemain baru dalam daftar lima besar.

Menurut data Canalys, Indonesia masih menjadi pasar ponsel terbesar di Asia Tenggara, dengan pangsa pasar 37% dan total pengapalan ponsel mencapai 9,1 juta unit.

Canalys mengatakan penjualan ponsel di Indonesia pada Q2 2022 didorong oleh Ramadhan dan perayaan Idul Fitri di mana banyak orang menerima tunjangan hari raya. Tapi dorongan ini hanya bisa menambah pertumbuhan pengapalan ponsel sebesar 2%.

Secara keseluruhan, pengapalan ponsel di Asia Tenggara turun 7% dibandingkan kuartal sebelumnya atau setara dengan 24,5 juta unit.

Penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk inflasi yang membuat permintaan turun dan vendor yang kesulitan menjaga harga ponsel tetap rendah.

Di tengah tren penurunan itu, Samsung kembali meraih posisi puncak pada periode Q2 2022. Raksasa Korea itu menggamit 20% pangsa pasar. Diikuti ketat oleh tiga brand utama China, masing-masing Vivo (19%), Oppo (18%), dan Xiaomi (16%).

Menurut Canalys, untuk pertama kalinya, Transsion berhasil masuk ke peringkat lima besar di Indonesia, menggeser Realme. Transsion dikenal dengan merek ponsel Infinix.

Baca Juga: Peringkat 5 Besar Handphone di Indonesia Kuartal II-2022, Infinix Mulai Masuk

Salah satu seri yang menjadi andalan di pasar adalah Infinix Hot. Dibandrol dengan harga terjangkau, Rp 2 jutaan, Infinix Hot sukses menjadi buruan pembeli, bahkan bertahan hingga kini.

Selain Infinix, Transsion juga memiliki brand lain yaitu Tecno. Seperti Infinix, Tecno juga kuat di segmen menengah bawah. Tecno Spark 7 Pro misalnya, adalah smartphone seharga Rp 1 jutaan yang banyak digandrungi kalangan muda.

Perubahan posisi lima besar, seperti laporan Canalys, menunjukkan ketatnya persaingan pasar smartphone Indonesia. Tak ada waktu santai bagi setiap brand. Ibaratnya meleng sedikit, pesaing sudah ngacir duluan.

Kerasnya kompetisi sudah menjurus pada lakon “zero sum game”, pertumbuhan oleh satu pihak merupakan penurunan bagi lainnya. Berikut adalah kisah lima vendor smartphone yang terlempar dari posisi lima besar, imbas ketatnya persaingan.

Baca Juga: 4 Ponsel dengan Baterai 7.000 mAh yang Edar di Indonesia

REALME

Realme menjadi korban terbaru dari kerasnya kompetisi pasar ponsel di Indonesia. Penurunan itu terbilang ironis. Pasalnya, brand yang mengusung slogan “Dare to Leaf” itu, mengusung target tinggi, yaitu menjadi brand smartphone nomor satu di Indonesia pada 2024.

Terlempar dari posisi lima besar, penurunan kinerja Realme sejatinya mulai terlihat pada tahun lalu. Merujuk pada laporan IDC, Realme masih menggamit posisi lima besar di akhir 2021. Namun Vendor yang identik dengan warna kuning itu, hanya mampu mengirim 5 juta unit smartphone, turun 3,3% (yoy).

Seperti vendor lainnya, Realme juga menghadapi tantangan pasokan sepanjang 2021. Khususnya keterbatasan chip imbas penutupan sebagian pabrik akibat pandemi dan perang dagang AS – China.

Agar bisa tetap tumbuh, Realme yang sebelumnya merupakan sub brand Oppo, berusaha melakukan transformasi saluran distribusi untuk membangun operasional yang lebih tangguh. Vendor yang berbasis di Shenzhen itu, juga melakukan diversifikasi portofolio, termasuk perangkat IoT (Internet of Things).

Sekedar diketahui, Realme pertama kali menyambangi pasar Indonesia pada akhir 2018. Sebagai pendatang baru, posisi lima yang kini diraih oleh Realme, bisa disebut sebagai prestasi fenomenal.

Baca Juga: Pengamat: Pasar Indonesia Dinamis, Loyalitas Pembeli Lebih ke Harga

Karena sebelumnya, tidak pernah ada brand ponsel di Indonesia yang baru “seumur jagung” mampu menyodok dengan cepat ke posisi lima besar. Sekaligus bertahan cukup lama di posisi elit itu.

Halaman berikutnya

Lenovo, Advan, Asus, Evercoss…