Perlu Ada Sinergi Pemerintah dan Industri Musik untuk Dorong Adopsi Teknologi Digital di Indonesia

industri musik digital Resso
Peserta diskusi 'Breakfast with Resso'

Selular.ID – Akselerasi dan transformasi digital telah mengubah cara orang, termasuk para pelaku industri musik, dalam melakukan pekerjaan, layanan atau usaha.

Adopsi teknologi digital menjadi sebuah keniscayaan, seperti yang nyata terlihat dan dirasakan oleh generasi Millenials dan Gen X dalam cara mereka mengakses musik.

Pada awalnya, di era analog, akses mendengarkan musik pengguna mungkinkan melalui medium yang berwujud fisik seperti piringan hitam, kaset, dan compact disc.

Cara ini kemudian berubah secara perlahan di era Internet of Things (IOT), di mana musik mulai dapat pengguna akses secara digital.

TONTON JUGA:

Melalui komputer, baik audio maupun audio-visual, hingga akhirnya, hari ini musik dapat pengguna nikmati melalui streaming secara digital.

Resso, aplikasi streaming musik sosial pertama di Indonesia, kembali menggelar ‘Breakfast with Resso’ (BwR) seri ke-enam dengan topik diskusi bagaimana pelaku industri musik dapat secara optimal memanfaatkan teknologi digital bagi kemajuan industri musik.

Peserta BwR yang berlangsung setiap tiga bulan sekali, datang dari beragam latar belakang, mewakili berbagai pemangku kepentingan dalam industri musik, yaitu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Republik Indonesia; Demajors Label; Reality Club band; media musik; SoundOn; TikTok; dan Resso sebagai tuan rumah. Diskusi ini dipandu oleh Wendi Putranto, pemerhati dan penulis musik.

Baca juga: Para Pemenang Selular Award 2022 Kategori Aplikasi, Favorit Kalian Jadi Juarakah?

Para peserta yang hadir dalam diskusi ini sepakat bahwa perubahan yang terjadi akibat kemajuan teknologi digital harus disikapi dengan bijak.

Para pelaku industri harus belajar dan memahami memanfaatkan teknologi digital untuk membuat musik, memproduksi, mempromosikan, mendistribusikan, dan menghasilkan uang dari karyanya.

Adaptasi harus mereka lakukan agar dapat terus bertahan hidup.

Salah satu temuan dalam diskusi menunjukkan bahwa pemanfaatan potensi teknologi digital ternyata masih terbatas pada para pelaku industri musik di kota-kota besar saja, terutama di Jawa dan Bali.

Kesenjangan Pengetahuan Teknologi Digital

Baca juga: Resso Studio Live Bakal Tampilkan 5 Musisi Lokal Berbakat Pekan Ini