Pengguna Internet Naik, Tapi Belum Cukup Membawa Transformasi Digital Indonesia, Kenapa ?

Ilustrasi transformasi digital.

Selular.ID – Di era transformasi digital, ruang digital menjadi bagian dari realitas kehidupan.

Digitalisasi yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir ini diharapkan menjadi motor baru yang mendorong.

Pandemi Covid 19 salah satu menjadi faktor utama adanya peningkatan kegiatan di masyarakat di ruang digital dan menjadikan memaksa seluruh masyarakat mau tidak mau mengadopsi teknologi digital.

Research APJII Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia pada bulan juni 2022 jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 210 juta orang atau setara 77% dari total penduduk di Indonesia.

Hal ini menunjukan mengalami adanya peningkatan 4% dari tahun sebelumnya.

Baca juga : Tingkat Literasi Finansial Gen Z Masih Berada Pada level 44,04%

Tren digitalisasi juga tercermin dari pesatnya nilai dan volume transaksi digital yang memang memaksanya memanfaatkan teknologi yang ada yang bisa terhubung ke internet.

Namun menurut Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan, “menggunakan gadget atau mengakses internet saja tidak cukup untuk membawa Indonesia ke transformasi digital.”

“Riset wordbank tahun 2018 menunjukan bahwa Indonesia membutuhkan 9 juta talenta digital baru hingga tahun 2030. Atau setara dengan 600ribu talenta digital baru pertahunnya agar dapat proses transformasi digital nasional.” kata Samuel.

Samuel juga menambahkan Literasi digital menjadi salah satu faktor kunci yang perlu dimiliki setiap masyarakat untuk dapat memanfaatkan kesempatan atau mendapatkan peluang baru yang muncul karena adanya shifting technology saat ini.

Shifting technology diartikan Perkembangan dari hari ke hari semakin berkembang, yakni pada permasalahan kemajuan teknologi digital yang memungkinkan banyak orang dari berbagai negara saling terhubung sehingga sebuah interaksi terjadi.

Baca juga : Ada Literasi Keuangan Tokopedia, UMKM Dapat Cara Memperoleh Modal dan Mengolahnya

Program literasi digital memberikan edukasi dengan menggunakan modul dan kurikulum menyasar 4 pilar utama literasi digital yakni digital skill, digital safety, digital culture, digital ethics.

Harapan Samuel kedepannya program literasi digital ini bisa dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat Indonesia guna nantinya muncul talenta digital baru secara masif.