Waduh! Kini Giliran Spotify Angkat Kaki dari Rusia

Spotify Rusia

Selular.ID – Spotify menyusul beberapa perusahaan teknologi, yang menghentikan layananya di wilayah Rusia.

Ini Dilakukan dalam upaya menghukum Rusia, yang hingga saat ini masih melancarkan seranganya ke Ukraina.

Dalam sebuah pernyataan, perusahaan streaming music tersebut merujuk pada undang-undang baru Rusia yang menghukum penyebaran berita palsu tentang militer dengan hukuman penjara hingga 15 tahun.

Dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari The Verge, sebenarnya Spotify berupaya menjaga layanan tetap beroperasi di Rusia,  untuk menyediakan berita dan informasi terpercaya dan independen di wilayah tersebut,”

“Sayangnya, undang-undang yang baru-baru ini diberlakukan semakin membatasi akses ke informasi, menghilangkan kebebasan berekspresi, dan mengkriminalisasi jenis berita tertentu,” terang juru bicara Spotify, yang tidak ingin disebutkan namanya itu.

“Menempatkan karyawan Spotify, atau bahkan pendengar kami dalam risiko. Setelah mempertimbangkan dengan hati-hati, kami telah mengambil keputusan sulit untuk menangguhkan sepenuhnya layanan kami di Rusia,” kata kata juru bicara Spotify.

Spotify kini Menghapus konten dari outlet yang didukung oleh saluran Kremlin RT dan Sputnik serta menutup kantornya di Rusia pada awal Maret 2022 kemarin.

Namun, langkah baru ini terhitung jauh lebih agresif, dengan menutup layanan streaming di negara tersebut.

Perusahaan sebelumnya juga menegaskan pada bulan Maret 2022 bahwa layanan berlangganan berbayarnya tidak akan lagi tersedia di Rusia.

Sebelum Spotify angkat kaki.  Rusia diketahui telah mengambil beberapa tindakannya keras, termasuk melarang Facebook, Instagram dan tak terkecuali Twitter.

Rusia menyebut sejak Oktober 2020 sudah ada 26 kasus diskriminasi yang dilakukan Facebook terhadap media masa asal negara itu.

Terkini, Facebook diketahui membatasi akses kantor berita Rusia RIA dan media RT.

Mengutip Reuters, pemblokiran Facebook, Instagram dan Twitter oleh Rusia menjadi puncak gunung es dari eskalasi besar yang melibatkan sejumlah perusahaan medsos dengan negara itu dalam beberapa tahun terakhir.

Pemblokiran Facebook dan Twitter oleh Rusia belum ditanggapi pihak kedua perusahaan tersebut.

Akan tetapi, Kepala urusan global Meta Nick Clegg mengatakan perusahaan akan terus melakukan segala yang bisa dilakukan untuk memulihkan layanannya.