Sony dan Honda Berkolaborasi Untuk Produksi Kendaraan Listrik

Sony Honda
Credit: Versedaily

Selular.ID – Sony masuk ke ranah otomotif dengan mengumumkan kesepakatan dengan Honda dalam pembahasan produksi dam penjualan kendaraan listrik.

Langkah Sony dan Honda dalam membuat kendaraan listrik saat ini masih dalam pembahasan dan mengembangkan gagasan lebih lanjut.

Mengutip dari Techcrunch, Kedua perusahaan tersebut sudah menjajaki niat mereka untuk membangun usaha patungan sekitar tahun ini.

Berfokus pada produksi dan penjualan kendaraan listrik, serta mengembangkan dan meluncurkan “platform layanan mobilitas” baru untuk digunakan dengan kendaraan baru.

Baca Juga: realme 9 Pro+, Smartphone Mid-Range Pertama Dengan Sony IMX766 + OIS

Kolaborasi antara perusahaan patungan antara elektronik dan otomotif ini memiliki skenario yang bersinergi.

Seperti, Sony akan membawa keahliannya dalam pencitraan, penginderaan, telekomunikasi, jaringan, dan teknologi hiburan.

Sedangkan Honda akan menyediakan produk sesuai dengan pengalamannya di industri otomotif.

Perusahaan yang dibentuk oleh keduanya akan berada di balik segalanya mulai dari desain dan pengembangan hingga penjualan EV baru.

Baca Juga: Sony Riilis 4 Game Baru Bulan Maret di PlayStation Now

Tetapi Honda akan memproduksi mobil atas nama lisensi mereka. Sony akan memasok entitas baru dengan produk layanan mobilitas untuk digunakan.

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, perusahaan patungan itu akan mulai menjual mobil pertamanya mulai tahun 2025.

Sony sudah memperkenalkan mobil buatannya, di acara tahunan CES dengan memperkenalkan  konsep mobil yang disebut Vision-S ke pameran pada tahun 2020.

Kemudian membagikan detail tambahan pada tahun 2021, termasuk video prototipe yang berfungsi mengemudi di trek dan jalan umum.

Baca Juga: Gotong Royong Swasta & BUMN Wujudkan Kendaraan Listrik di Indonesia

Baru-baru ini, ia meluncurkan konsep SUV Vision-S dan mengatakan akan meluncurkan perusahaan baru bernama Sony Mobility Inc. untuk fokus pada “menjelajahi” komersialisasi EV-nya sendiri.

Meski Sony punya track record pada konsep EV-nya, tapi kadang memiliki masalah karena antarmuka pengguna dan perangkat lunaknya.

Jadi hasil dimasa depan masih menjadi tanda tanya besar.