spot_img
BerandaNewsFinTechBersama Singapura, Indonesia Pimpin Pertumbuhan Pendanaan Fintech di Asia Tenggara

Bersama Singapura, Indonesia Pimpin Pertumbuhan Pendanaan Fintech di Asia Tenggara

-

Jakarta, Selular.ID – Pendanaan teknologi keuangan (fintech) di Asia Tenggara melonjak lebih dari tiga kali lipat dalam sembilan bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan 2020, mencapai rekor $3,5 miliar.

Menurut laporan yang disusun oleh oleh United Overseas Bank, PwC Singapura dan Singapore FinTech Association (SFA), peningkatan yang signifikan itu didorong oleh 167 kesepakatan termasuk 13 putaran mega, yang menyumbang $2 miliar dari total pendanaan. Putaran mega adalah putaran yang menghasilkan $ 100 juta atau lebih.

Perusahaan fintech tahap akhir, atau mereka yang berada dalam pendanaan seri C dan seterusnya, mengumpulkan sebagian besar minat, dengan keterlibatan dalam 10 dari 13 putaran mega tahun ini, karena investor mengambil pendekatan yang lebih merugikan risiko selama pandemi dengan mendukung lebih banyak perusahaan mapan, tambah laporan tersebut.

Sektor pembayaran menarik sebagian besar pendanaan karena penggunaan pembayaran digital yang lebih besar. Perusahaan teknologi dan cryptocurrency melihat pertumbuhan tertinggi tahun ini, masing-masing menempati peringkat kedua dan ketiga.

Singapura, pusat keuangan Asia Tenggara, menyumbang hampir setengah dari kesepakatan kawasan sebesar $1,6 miliar, termasuk enam putaran mega senilai gabungan $972 juta.

Yang paling aktif berikutnya adalah Indonesia, negara terpadat di kawasan itu, dengan perolehan $904 juta, diikuti oleh Vietnam dengan $375 juta.

Pasar fintech di Asia Tenggara memang menyimpan potensi besar. Hasil riset Deloitte dan Robocash Group yang dipublikasikan akhir 2018, menunjukkan rendahnya tingkat inklusi keuangan di Asia Tenggara menjadi faktor utamanya. Sementara, KPMG menyebut 73% penduduk ASEAN belum memiliki rekening di perbankan.

Riset tersebut juga menemukan bahwa penduduk ASEAN memiliki tingkat keterbukaan terhadap layanan fintech paling tinggi diantara regional lain, seperti Amerika Utara, Eropa, dan Amerika Latin. Kolaborasi kedua katalis ini akan memberikan peluang pasar yang luas bagi masuknya arus modal ke sektor fintech di Asia Tenggara.

Artikel Terbaru