spot_img
BerandaNewsPolicyKurangi Anak Kecanduan Game, China Setop Beri Lisensi Game Baru

Kurangi Anak Kecanduan Game, China Setop Beri Lisensi Game Baru

-

Jakarta, Selular.ID – Jika Anda suka bermain game mobile, China bukan tempat yang tepat. Pada akhir bulan lalu, negara dengan populasi terbesar itu mengeluarkan aturan Draconian baru yang sangat membatasi durasi bermain game pada anak-anak dan remaja setiap minggu.

Aturan baru yang diumumkan oleh Administrasi Pers dan Publikasi Nasional China membatasi permainan oleh mereka yang berusia di bawah 18 tahun hingga satu jam per hari antara pukul 8 malam dan jam 9 malam akhir pekan dan hari libur resmi.

Setop remaja kecanduan game, China berhenti melisensikan game baru untuk App Store dan Google Play Store

Ini adalah pengurangan besar dari aturan sebelumnya yang berlaku pada tahun 2019 yang memungkinkan remaja untuk bermain game selama satu jam hampir setiap hari. Analis senior Niko Partners Daniel Ahmad mengatakan, “Ada lebih dari 110 juta anak di bawah umur yang bermain game di China, dan kami memperkirakan batasan baru akan mengarah pada penurunan jumlah pemain dan pengurangan jumlah waktu dan uang yang dihabiskan dalam permainan oleh mereka yang berusia di bawah 18 tahun.”

Ahmad melanjutkan bahwa ada 720 juta gamer di China dengan 110 juta di bawah usia 18 tahun. “Kecanduan game telah memengaruhi studi dan kehidupan normal, dan banyak orang tua menjadi sengsara,” kata Administrasi Pers dan Publikasi Nasional dalam sebuah pernyataan.

Pekan ini, South China Morning Post melaporkan China telah berhenti membagikan lisensi untuk game baru. Menurut AppleInsider, sumbernya mengatakan, “semuanya ditunda.” Regulator menghentikan lisensi game karena mereka merasa persetujuan game baru cukup agresif selama paruh pertama tahun ini.

Baca juga :  Cegah Panas Saat Bermain Mobile Game

Langkah itu diyakini bersifat sementara, tetapi tidak sebentar. China berharap bisa mengurangi kecanduan game di negaranya dan negara percaya memotong jumlah game baru yang tersedia akan membantunya mencapai tujuan itu.

Larangan lisensi di China mengurangi pendapatan App Store dan Play Store

Dari Maret 2018 hingga Desember 2018, China pernah menolak mengeluarkan lisensi game apa pun. Dan bulan lalu, negara itu melakukannya lagi. Kalau sebelumnya larangan berlangsung selama 9 bulan, belum ada kerangka waktu yang diumumkan untuk larangan terbaru.

Baca juga :  Cegah Panas Saat Bermain Mobile Game

Sejak 2016, China mewajibkan pengembang game memiliki lisensi. Toko aplikasi berbasis Android seperti Google Play Store mulai memeriksa lisensi pada tahun itu juga namun App Store baru melakukannya tahun lalu.

Ketika negara berhenti mengeluarkan lisensi game pada 2018, ada beberapa dampak keuangan pada pendapatan App Store menurut CEO Apple Tim Cook dan CFO Luca Maestri. Para eksekutif berkomentar, ketika China mulai melanjutkan lisensi game, perusahaan hanya memiliki sedikit masalah dengan pendapatan App Store.

Bisa dipastikan Apple dan Google akan mencatat penurunan pendapatan untuk etalase iOS dan Android mereka lagi, perusahaan game China seperti Tencent dan NetEase juga akan terpengaruh secara finansial oleh tindakan preventif pemerintah terhadap kecanduan game.

spot_img

Artikel Terbaru