spot_img
BerandaNewsMarket UpdateIDC: Pasar Printer Indonesia Melambat Pada Q2-2021

IDC: Pasar Printer Indonesia Melambat Pada Q2-2021

-

Jakarta, Selular.ID – Menurut IDC, pasar printer Indonesia secara keseluruhan mencatatkan pertumbuhan year-over-year (YoY) sebesar 205.3%, meski terjadi penurunan quarter-over-quarter (QoQ) sebesar 40,8%. Tingkat pertumbuhan tertinggi yang tercatat dicatat oleh basis pengiriman Q2 tahun lalu yang menurun, sebagai dampak dari lockdown serentak di Indonesia. Pemberlakuan aturan pembatasan sosial per daerah yang lebih longgar dan terkendalinya kasus Covid-19 selama paruh pertama tahun ini berdampak positif terhadap permintaan secara keseluruhan.

Terlepas dari perbaikan tersebut, sebagian besar vendor sangat terpengaruh oleh kekurangaan chip dan suku cadang yang kemudian turut memengaruhi pemaksimalan peluang pasar. Kurangnya stok dan keterlambatan logistik mengakibatkan terjadinya kenaikan harga di pasar home/office printer selama periode 2021Q1.

Dibandingkan kuartal pertama, pasar pada 2021Q2 mencatat adanya penurunan menyusul Bulan Ramadhan dan Hari Raya, di mana mitra penyalur dan perusahaan menunda alokasi pengeluaran khususnya untuk home/office printer dan mengalihkannya untuk Tunjangan Hari Raya.

“Pemberlakuan PPKM mikro oleh pemerintah yang masih memungkinkan pusat belanja IT dan kantor untuk dibuka dengan kapasitas terbatas mengikuti protokol yang ketat memberikan dampak pada pertumbuhan pengiriman printer YoY. Namun kuantitasnya belum kembali ke tingkat sebelum pandemi. Faktor utamanya ialah pembatasan kapasitas kantor yang mengakibatkanberkurangnya penggunaan printer, sekaligus kebijakan Work from Home (WFH) yang mendorong masyarakat untuk melanjutkan pekerjaannya secara digital. Hal ini mengakibatkan berkurangnya keperluan pencetakan dokumen. Sebagian besar vendor printer tidak dapat memenuhi permintaan pasar karena dampak signifikan dari kekurangan suku cadang di semester pertama tahun ini,” ujar Ngayomi Rino Rivaldi, Analis Pasar untuk IPDS di IDC Indonesia.

Overall Office Market (Inkjet, Laser and SDM) :

Top 3 Brand Printer untuk Home/Office di Indonesia

Epson masih memimpin pasar home/office printer Indonesia 2021Q2 secara keseluruhan dengan pangsa pasar 46,8% dan pengiriman dengan pertumbuhan tinggi pada YoY. Meskipun pemulihan pengiriman terlihat pada 2021Q2, Epson masih menghadapi masalah kurangnya stok printer dikarenakan kekurangan pada chip printer dan suku cadang lainnya. Kontribusi utama pengiriman Epson masih berasal dari model tangki tinta meski mengalami penurunan sebesar 45,2% QoQ.

Baca juga :  Tahun Depan Samsung Bakal Produksi 20 Juta Unit Galaxy S22

Canon mempertahankan posisi ke-2 pada 2021Q2 dengan pangsa pasar 28,1% dan pertumbuhan 83,1% YoY. Kontribusi utama pengiriman berasal dari model kartrid tinta dengan pertumbuhan 15,9% YoY. Meski ada pemulihan, produksi kartrid tinta terdampak lonjakan kasus COVID-19 di Vietnam tempat dimana pabrik Canon berada. Canon memanfaatkan peluang pasar tangki tinta dengan pertumbuhan YoY yang kuat. Di segmen laser total (termasuk Copier-based MFP), total pasar mencatat pertumbuhan sebesar 95,7% YoY. Dibukanya kembali perkantoran berdampak positif pada pemulihan segmen laser low-end, sementara permintaan model laser high-end sebagian besar didorong oleh permintaan berbasis proyek.

Baca juga :  Krisis Pasokan Chip, Laba Perusahaan Ini Malah Semakin Tebal

HP mempertahankan posisi ke-3 di pasar home/office 2021Q2 dengan pangsa pasar sebesar 19,3%, dan pertumbuhan pengiriman yang signifikan baik dari kartrid tinta maupun tangki tinta. Pasar printer kartrid tinta mencatat pertumbuhan YoY signifikan yang masih terus berasal dari permintaan work from home dan home schooling. Di segmen laser total (termasuk Copier-based MFP), HP mempertahankan kepemimpinannya dengan pangsa pasar sebesar 46,6% dan pertumbuhan YoY sebesar 223,6%, meski mengalami kekurangan stok dari model laser low-end.

Mengenai tren di semester kedua tahun, IDC memprediksi pasar akan pulih dari dampak PPKM. “Paruh kedua tahun 2021 diperkirakan akan mengalami dampak negatif dari PPKM di wilayah Jawa-Bali, dengan pemulihan permintaan pasar pada akhir Agustus bersamaan dengan penurunan level PPKM oleh pemerintah. Dengan pembatasan kegiatan yang lebih longgar, diharapkan permintaan printer dari perusahaan dan pemerintah dapat menunjukkan pemulihan untuk sisa paruh kedua. Di tahun 2022, anggaran pemerintah diprediksikan akan tetap memprioritaskan sektor kesehatan menyusul program vaksinasi yang akan terus dilakukan dan lebih masif per wilayah kecamatan. Peningkatan jumlah masyarakat yang divaksinasi akan membantu pengendalian kasus Covid-19 yang pada akhirnya dapat meningkatkan stabilitas ekonomi,” ungkap Ngayomi Rino Rivaldi.

spot_img

Artikel Terbaru