Beranda News Startup Laporan: Kualitas Aplikasi Kesehatan Indonesia Masih Harus Ditingkatkan

Laporan: Kualitas Aplikasi Kesehatan Indonesia Masih Harus Ditingkatkan

-

Jakarta, Selular.ID – Aplikasi kesehatan digital terus berkembang di Indonesia selama bertahun-tahun, dan di tengah COVID-19, penggunaan aplikasi kian meningkat, karena masyarakat terus mencari informasi kesehatan yang akurat melalui layanan telemedicine.

Menurut laporan ‘Are Indonesia’s digital health apps fit enough to disrupt the market?’ oleh perusahaan konsultan manajemen global Kearney, pengguna di Indonesia menyatakan bahwa kualitas aplikasi kesehatan masih harus ditingkatkan.

Dalam studinya yang membandingkan kinerja antara aplikasi kesehatan Alodokter, Halodoc dan Good Doctor. Dengan menggunakan skala kepuasan pelanggan antara 1 sampai 5, ketiga aplikasi tersebut mendapat skor minimal 4 atau lebih dalam hal kemudahan penggunaan aplikasi.

Baca juga: Bersama Gojek, Halodoc Hadirkan Layanan Drive Thru Vaksinasi Covid-19

“Namun demikian, masih terdapat kesenjangan yang cukup tinggi dalam empat faktor utama seperti biaya layanan, kualitas diagnosis kesehatan, dokter yang dapat dipercaya, dan konsultasi spesialisasi,” tutur laporan ini yang diterima tim Selular.ID, Senin (22/3).

Menurut Kearney, aplikasi Kesehatan juga perlu memahami delapan kategori kelompok pelanggan, dan empat sponsor di baliknya. Dua segmen  masyarakat kurang mampu dan tanggungan BPJS berpendapatan rendah  disponsori oleh pemerintah. Aplikasi Kesehatan dalam hal ini sebenarnya dapat menjadi solusi yang menjanjikan dan inovatif untuk program perawatan kesehatan universal yang berkelanjutan.

Bahkan solusi ini berpotensi memotong belanja bulanan pemerintah sebesar Rp 1 Triliun untuk perawatan kesehatan dasar BPJS sebesar 10%-20%. Hal ini akan mengurangi defisit pemerintah dari rasio kerugian medis yang tinggi dan premi yang dikumpulkan untuk menutupi pembayaran. Pemerintah juga dapat memanfaatkan kapabilitas teknologi aplikasi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan keuangan sistem BPJS.

Lalu tiga segmen pendapatan rata-rata menengah ke atas pasien berpenyakit kronis, lansia, dan masyarakat yang sadar kesehatan adalah sponsor diri mereka sendiri, karena mereka memiliki daya beli. Nah, dalam hal ini aplikasi kesehatan dapat menawarkan pilihan layanan kesehatan yang lebih baik tetapi tetap terjangkau.

Baca juga: Jovee, Aplikasi Cari Suplemen di Era Digital

Lalu untuk sektor perusahaan yang mensponsori biaya kesehatan karyawan mereka yang digaji. Aplikasi kesehatan juga dapat bermanfaat bagi perusahaan sebagai one-stop solution untuk memberikan solusi perawatan kesehatan yang terjangkau, menjaga transparansi dalam pencatatan dan penggantian biaya karyawan, serta menawarkan pilihan perawatan kesehatan dengan kualitas lebih baik untuk meningkatkan kepuasan karyawan dan mengurangi ketidakhadiran. Namun anehnya, hanya ada sedikit aplikasi kesehatan yang memanfaatkan ruang korporat business-to-business (B2B).

Aplikasi kesehatan membuka banyak kemungkinan baru untuk asuransi kesehatan yang lebih terjangkau dan berkualitas dengan aplikasi khusus polis asuransi kesehatan. Perusahan asuransi kesehatan juga dapat meningkatkan kesadaran dan memanfaatkan basis data pengguna yang lebih luas jika bermitra dengan aplikasi kesehatan.

“Aplikasi kesehatan yang hanya melihat pasar yang homogen akan gagal, sedangkan aplikasi yang menghargai nuansa pasar akan memenuhi kebutuhan di seluruh segmen konsumen,” kata Shirley Santoso, Presiden Direktur dan Mitra di Kearney.

“Tekanan untuk para pemain yang ada adalah untuk mempertahankan dan meningkatkan kesuksesan mereka. Hal itu dapat dilakukan melalui lima prinsip pembangunan, yaitu berkolaborasi dengan mitra chain value untuk lebih dekat dengan konsumen, mengadopsi struktur operasional yang gesit serta sesuai dengan kebutuhan konsumen, mengintegrasikan teknologi AI canggih bagi konsumen, menyusun strategi bermitra dengan dokter berkualitas dan melibatkan pemangku kepentingan dari pemerintah hingga perusahaan dalam ekosistem mereka,” tandas Shirley.

Artikel Terbaru