spot_img
BerandaNewsMarket UpdatePasar Komponen Semikonduktor IoT Global Bakal Menyentuh $80 Miliar

Pasar Komponen Semikonduktor IoT Global Bakal Menyentuh $80 Miliar

-

Jakarta, Selular.ID – Pasar komponen semikonduktor Internet of Things (IoT) global akan tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 19 persen dari $33 miliar pada 2020 menjadi $80 miliar pada 2025, kata sebuah laporan baru.

Penetrasi komponen semikonduktor yang diklasifikasikan sebagai IoT diharapkan tumbuh dari 7 persen pada 2019 menjadi 12 persen pada 2025, kata laporan oleh firma wawasan pasar IoT Analytics.

Komponen utama yang mendorong pertumbuhan semikonduktor IoT ini adalah unit mikrokontroler (MCU), chipset konektivitas, chipset Artificial Intelligence (AI), dan chipset serta modul keamanan.

Penetrasi semikonduktor IoT yang meningkat akan mengharuskan pembuat chip untuk meningkatkan fokus pada persyaratan IoT yang khas, misalnya, daya ultra-rendah, faktor bentuk yang lebih kecil, dan keamanan bawaan.

Industri ini telah mendapatkan keuntungan dari kebutuhan akan komponen semikonduktor yang lebih banyak dan bernilai lebih tinggi untuk beberapa teknologi yang baru muncul.

Penggerak utama termasuk analitik data besar, komunikasi seluler, game, mobil yang terhubung dan semi-otonom, dan sebagian besar, pertumbuhan perangkat IoT yang cepat, kata laporan itu.

Jumlah koneksi perangkat IoT aktif tumbuh dari 3,6 miliar pada 2015 menjadi 11,7 miliar pada 2020, menurut perkiraan IoT Analytics. Pada akhir 2025, angkanya dapat tumbuh menjadi total 30 miliar koneksi IoT, menurut perkiraan.

Bangkitnya pasar semikonduktor IoT sangat luas dan menyentuh sebagian besar segmen industri, termasuk industri, otomotif, energi dan utilitas, serta perawatan kesehatan.

Baca juga :  IDC: Pasar Printer Indonesia Melambat Pada Q2-2021

Perangkat IoT konsumen seperti jam tangan pintar dan aksesori nirkabel yang lebih kecil telah melihat permintaan yang sangat tinggi dalam beberapa tahun terakhir, yang mendorong beberapa perusahaan termasuk beberapa pembuat ponsel cerdas yang beberapa tahun lalu tidak membuat perangkat IoT untuk pindah ke ekosistem IoT.

Di Indonesia sendiri, pangsa pasar IoT diperkirakan berkembang pesat dan nilainya bakal mencapai Rp 444 triliun pada 2022. Nilai tersebut disumbang dari konten dan aplikasi sebesar Rp 192,1 triliun, disusul platform Rp 156,8 triliun, perangkat IoT Rp56 triliun, serta network dan gateway Rp39,1 triliun.

Baca juga :  IDC Top 5 Indonesia: Pasar PC Tumbuh 50% Selama H1-2021

Pada periode yang sama, berdasarkan data Indonesia IoT Forum, kemungkinan ada sekitar 400 juta perangkat sensor yang terpasang, sebesar 16 persen di antaranya terdapat pada industri manufaktur, 15% persen di sektor kesehatan, 11% asuransi, 10% perbankan dan sekuritas, serta sektor ritel, gosir, perbaikan komputer masing-masing 8%.

Selanjutnya, sekitar 7% di pemerintahan, 6% transportasi, 5% utilities, serta real estate and business services and agriculture masing-masing 4%, dan sisanya 3% untuk perumahan dan lain sebagainya.

Ledakan perangkat IoT saat ini akan terus mendorong pasar semikonduktor IoT dan kemungkinan akan mengarah pada inovasi semikonduktor lebih lanjut di tengah volume produksi yang lebih tinggi, kata laporan itu.

spot_img

Artikel Terbaru