Beranda News Pengguna Dana Kini Dapat Berinvestasi Emas melaui eMas

Pengguna Dana Kini Dapat Berinvestasi Emas melaui eMas

-

Jakarta, Selular.ID – Emas disebut sebagai instrumen safe haven karena dianggap sebagai investasi paling aman dan bisa menjadi alat lindung nilai di saat krisis. Hal itu karena nilainya yang relatif stabil dan bersifat likuid, atau mudah dijual-belikan.

Tidak heran, sejak pandemi merebak banyak investor dan juga bank sentral berbagai negara yang memborong logam mulia tersebut, sehingga harganya terus meroket. Di Indonesia saja, harga emas Aneka Tambang sepanjang tahun ini telah naik lebih dari 25%.

Memahami kebutuhan dan peluang terkait dengan investasi emas, Vince Iswara, CEO dan Co-Founder Dana mengatakan, Dana telah mengembangkan fitur Dana eMAS sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin menabung atau berinvestasi emas secara mudah, aman dan terjangkau.

“Lewat fitur Dana eMAS di dompet digital Dana, pengguna bisa membeli emas mulai dari 0,01 gram atau kurang dari Rp 10.000 secara langsung tanpa biaya tambahan,” terang Vince.

Dikatakan dia, dengan berinvestasi emas lewat Dana eMAS, masyarakat tidak perlu repot-repot untuk melakukan transaksi yang mengharuskan adanya pertemuan fisik dengan penjual. Cukup dari rumah dan lewat dompet digital Dana yang terpasang di smartphonenya.”

Selain turut mendorong budaya menabung dan berinvestasi secara aman, mudah, dan berorientasi pada prospek jangka panjang, kehadiran fitur Dana eMAS adalah wujud komitmen kuat Dana dalam turut meningkatkan inklusi keuangan di kalangan masyarakat serta makin memasyarakatkan manfaat teknologi digital untuk produktivitas, kompetensi, efektivitas dan gaya hidup yang makin baik.

Terkait dengan investasi emas ini, masyarakat tak perlu khawatir sebab semua transaksi tercatat di lembaga otoritas yang berwenang, yaitu Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Selain itu, emas fisik yang disimpan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (KBI).

Hal senada diungkapkan Claudia Kolonas, CEO dan Co-Founder Pluang mengatakan investasi emas sangat menjanjikan karena tren kenaikan harga emas diprediksi masih akan berlanjut. Hal itu berdasarkan proyeksi dari sejumlah ekonom maupun analis.

Bahkan, analis Goldman Sachs memproyeksikan harga emas tahun depan bisa mencapai U$2.300 per troy ounce, yang berarti potensi keuntungan lebih dari 20% dari sekarang. Ini saat yang tepat, terlebih dengan adanya berbagai aplikasi dan platform digital yang menawarkan investasi emas secara mudah dan aman,” ujarnya.

Kita juga tidak perlu repot datang ke toko atau gerai resmi penjualan logam mulia karena transaksi jual-beli bisa dilakukan secara real-time menggunakan aplikasi digital melalui smartphone. Hal ini juga sesuai untuk menghindari kontak fisik di saat pandemi.

Baca Juga:Dana Targetkan Memperluas Digitalisasi UMKM di 2021

Jangan khawatir, meski tidak menyediakan emas fisik saat pembelian atau penjualan, investasi emas digital ini aman dan mengacu pada harga resmi emas fisik. Selain itu, keuntungan dari berinvestasi emas digital adalah tidak perlu pusing memikirkan masalah penyimpanan. Berbeda dengan investasi emas fisik yang akan membuat kita dikenakan biaya jika menyimpannya di bank, atau di tempat membeli emas tersebut.

 

 

Artikel Terbaru