Beranda News Enterprise Pandu Ekonomi Digital, ZTE Sediakan Fasilitas Transformasi Menyeluruh Ribuan Industri

Pandu Ekonomi Digital, ZTE Sediakan Fasilitas Transformasi Menyeluruh Ribuan Industri

-

Jakarta, Selular.ID – Membangun jaringan telekomunikasi di Indonesia jelas tidak mudah. Dengan kondisi geografis pegunungan dan kepulauan, menjadi tantangan tersendiri bagi penyedia layanan telekomunikasi. Namun, 5G memiliki potensi pengembangan yang luar biasa di Indonesia dan seluruh kawasan Asia Pasifik.

Hal itu disampaikan oleh Direktur CTO Group ZTE Corporation David An pada gelaran GSMA Thrive Asia Pacific 2020. Diungkapkan David An, konektivitas 5G akan menciptakan nilai yang sangat besar bagi masyarakat digital. “Jaringan 5G SA (stand alone) akan memungkinkan peralihan dari Internet Konsumen ke Internet Industri,” ujarnya.

Sementara itu, pada gelaran yang sama Vice President Network Architecture Telkomsel Marfani berbagi wawasan mengenai sejumlah tantangan operator dalam mengembangkan jaringan telekomunikasi di nusantara, terutama 5G. Karena menurutnya, 5G akan menjadi pondasi penting untuk pengembangan industri 4.0 di Indonesia.

“Telkomsel secara konsisten terus melakukan uji coba teknologi 5G sejak tahun 2018. Salah satu trial kritikal yang saat ini sedang berlangsung antara lain, trial ko-eksistensi 5G dan Fixed Satellite Service (FSS) yang bertujuan mendukung pemerintah melakukan analisis kemungkinan operasi 5G di pita frekuensi yang umum diadopsi pasar,” tuturnya.

Marfani berpendapat bahwa pemanfaatan 5G terbaik di Indonesia adalah melalui kolaborasi dengan pelaku industri untuk mewujudkan Industri 4.0 di Indonesia, terutama pada area pelabuhan, pertambangan, budidaya pertanian, dan lainnya.

“Pada saat yang sama, Telkomsel mendorong percepatan peningkatan penetrasi jaringan transmisi optik, dan secara aktif berkolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya, seperti perusahaan listrik negara, dan penyedia menara untuk membangun model bisnis baru, dalam rangka mengantisipasi kebutuhan jaringan 5G, sehingga dapat memaksimalkan manfaat teknologi tersebut,” lanjutnya.

Menjawab berbagai tantangan yang dihadapi para operator di tanah air, ZTE berkomitmen untuk menjadi pelopor ekonomi digital.

Pada sesi diskusi bertajuk “Pave the Way for a Digital Future”, Vice President ZTE Corporation Bai Yang menuturkan perkembangan ekonomi digital perlu difokuskan pada penyelesaian tantangan digitalisasi industri.

“ZTE berkomitmen untuk menjadi pelopor ekonomi digital, dan menyediakan kemampuan konektivitas, komputasi, dan platform yang berpusat pada 5G untuk memfasilitasi transformasi digital ribuan industri,” ucap Bai Yang menegaskan komitmen perusahaan.

Bai Yang mengatakan, solusi jaringan tertinggi ZTE menyediakan solusi dan produk end-to-end termasuk 2G, 3G, 4G, 5G, jaringan akses fixed broadband, jaringan Common Core dan transportasi jaringan, terminal dan modul.

“Ini menyediakan konektivitas di mana-mana, transmisi berkecepatan tinggi dan andal, dan mempromosikan interkoneksi dari semua hal,” ungkapnya.

Berdasarkan SDN/NFV dan pembagian jaringan ujung ke ujung, lanjut Bai Yang, ZTE menyediakan solusi cloud yang tepat, yang secara dinamis mengalokasikan sumber daya jaringan dan komputasi berdasarkan persyaratan layanan yang berbeda melalui koordinasi cloud-edge, menyediakan layanan yang akurat, dan memaksimalkan sumber daya jaringan dan keuntungan pelanggan.

“ZTE mengembangkan platform pendukung termasuk video Cloud, IoT industri, keamanan, pemosisian, dan platform robot untuk mitra industri vertikal untuk menciptakan nilai,” terangnya.

ZTE turut berpartisipasi dalam gelaran GSMA Thrive APAC yang mempertemukan pemimpin bisnis digital dan pembuat kebijakan di Asia Pasifik secara virtual selama tiga hari pada 3–5 November 2020. Acara tahunan ini hadir untuk membahas strategi transformasi digital untuk kawasan ini.

Artikel Terbaru