Friday, October 23, 2020
Home News Melihat Peran Operator Dalam Memfasilitasi PJJ

Melihat Peran Operator Dalam Memfasilitasi PJJ

-

Jakarta, Selular.iD – Seperti diketahui pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meresmikan kebijakan bantuan kuota data internet tahun 2020.

Kebijakan ini diharapkan dapat membantu akses informasi bagi guru, siswa, mahasiswa, dan dosen dalam menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama masa pandemi.

Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengatakan keterbatasan ketersediaan paket data internet bagi pendidik dan peserta didik selama ini menjadi salah satu kendala yang dihadapi selama Pembelajaran Jarak PJJ.

Solusinya, Kemendikbud beserta pemangku kepentingan lainnya memberikan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen selama empat bulan senilai Rp 7,2 triliun.

“Seluruh penerima manfaat yakni peserta siswa, guru, mahasiswa, dan dosen akan mendapatkan kuota internet sesuai yang diperlukan selama empat bulan ke depan,” tutur Nadirm, dalam blog resmi Kemendikbud.

Bantuan kuota data internet yang diberikan pemerintah terdiri dari dua jenis, yakni kuota umum dan kuota belajar. Kuota umum berarti yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi, sedangkan kuota belajar berarti yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran dengan daftar yang tercantum pada http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/.

Alokasi kuota yang diberikan yakni untuk peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak 20 GB/bulan. Peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah 35 GB/bulan, pendidik pada Paud dan jenjang pendidikan dasar dan menengah 42 GB/bulan, serta untuk mahasiswa dan dosen 50 GB/bulan. Seluruhnya mendapatkan kuota umum sebesar 5 GB/bulan, sisanya adalah untuk kuota belajar.

Mendikbud mengatakan kuota internet akan dibagikan merata kepada seluruh pendidik dan peserta didik yang telah terdaftar.

Mekanisme pemberian bantuan kuota data internet diawali dengan pendataan dan verifikasi nomor ponsel. Kedua, Kemendikbud melakukan verifikasi dan validasi nomor ponsel oleh operator seluler.

Ketiga, penerbitan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM). Dan terakhir, pemutakhiran nomor ponsel.

Untuk bulan pertama, tahap pertama bantuan kuota diberikan pada 22-24 September 2020, disusul tahap kedua pada 28-30 September 2020. Kuota berlaku 30 hari terhitung sejak diterima oleh nomor ponsel.

Untuk bulan kedua, bantuan kuota diberikan pada 22-24 Oktober 2020 untuk tahap I, 28-30 Oktober 2020 untuk tahap II yang berlaku selama 30 hari terhitung sejak diterima nomor ponsel.

Sedangkan untuk bulan ketiga dan keempat, tahap I diberikan pada 22-24 November dan tahap II pada 28-30 November 2020 yang berlaku selama 75 hari sejak diterima nomor ponsel pendidik dan peserta didik.

Penerima Kuota 

Untuk mengetahui sejauh mana bantuan kuota itu sampai kependidik dan pelajar, saat yang sama, Nadiem berdialog bersama para penerima bantuan kuota data internet kepada pendidik, Santi Kusuma Dewi, guru SMP Islam Baitul Izzah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur; Nuriyani Kobandaha dan Gita Kobandaha, perwakilan orang tua Keyra Divia SD Negeri 1 Tanoyan Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Serta Harris Munandar, mahasiswa Teknik Informatika Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.

Harris menyampaikan bahwa ia sangat mengetahui berapa kuota yang habis jika digunakan untuk PJJ. Dia mencontohkan satu video conference bisa menghabiskan hampir 1 GB.

“Dengan bantuan 50 GB dari Kemdikbud dan Tri memberikan 30+6 GB. Apalagi saya mahasiswa informatika, jadi overall sangat membantu. Saya di perbatasan, ada yang belum mendapatkan infrastruktur sinyal, apalagi di dekat perbatasan Malaysia sangat sulit mendapatkan sinyal, harus di satu tempat. Tapi secara keseluruhan, sangat membantu, apalagi saya mahasiswa yang tugasnya sangat banyak,”jelasnya.

Dikatakan Harris, peranan internet bagi Haris dalam mewujudkan cita-citanya sangat besar karena bahan-bahan programmer banyak dari internet, sehingga harus sering browsing. Pemancar Tri dekat dengan rumah sehingga sinyal Tri dapat diterima dengan baik.

Danny Buldansyah, Wakil Presiden Direktur Hutchison 3 Indonesia menuturkan, Tri hadir untuk memberikan bantuan kepada seluruh civitas akademika di Indonesia untuk bisa tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi.

Untuk mendapatkan kuota gratis ini, mahasiswa hanya perlu mendaftarkan kartu Tri yang dimilikinya ke perguruan tinggi. Setelah itu perguruan tinggi akan mendaftarkan nomor tersebut ke Dikti/Pusdatin untuk kemudian pusdatin akan merekap semua data.

Baca Juga :Program Kuota Internet Kemendikbud Meluncur, Sudah Menjawab Persoalan PJJ kah?

Tidak hanya itu, masing-masing mahasiswa juga berpeluang mendapatkan bonus kuota 36GB dari Tri, dengan 10 GB bisa digunakan untuk aplikasi apapun dan 26GB khusus untuk aplikasi edukasi yang akan diberikan setelah mahasiswa/dosen menerima notifikasi SMS dari pihak Tri.

Tri berharap dengan adanya program ini akan memberikan kemudahan mahasiswa dalam mengakses internet serta mendukung agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan di tengah pandemi.

Survei Kebutuhan Penggunaan Data Untuk PJJ

Sementara Nizam, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) dalam acara Virtual bersama salah satu operator baru- baru ini menjelaskan,  kehadiran teknologi menjadi kebutuhan pokok sehari-hari, meskipun banyak yang mengalami kendala dalam pembiayaan.

Biaya dalam pemanfaatan teknologi ini menjadi concern. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada masa pandemi ini beban pulsa mendadak berlari seperti kereta cepat, maka kerja sama dengan penyedia jasa telekomunikasi sangat dibutuhkan demi kelancaran proses pembelajaran jarak jauh.

Nizam juga mengungkapkan bahwa hal ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan proses pembelajaran dosen dan mahasiswa. Ia menginginkan seluruh insan perguruan tinggi bisa mendapatkan layanan semurah mungkin dengan jangkauan seluas mungkin.

Pihaknya sudah melakukan survei, bahwa rata-rata kebutuhan penggunaan data untuk pembelajaran jarak jauh adalah 50GB per-bulan, sementara daya beli masyarakat untuk kuota di bawah Rp100.000, maka dari itu perlu disediakan layanan internet seramah mungkin sesuai dengan kantong mahasiswa

Sebagai informasi peresmian kebijakan bantuan kuota data internet tahun 2020 yang diadakan baru-baru ini disaksikan langsung secara virtual oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan para Direksi operator seluler yang ada di Indonesia yakni Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, AXIS, 3 (Tri), dan Smartfren.

Latest