Thursday, August 13, 2020
       
Home News Telco Malaysia Batalkan Rencana Membagi Spektrum 5G ke Lima Operator

Malaysia Batalkan Rencana Membagi Spektrum 5G ke Lima Operator

-

Jakarta, Selular.ID – Malaysia dengan cepat mundur pada rencana untuk melewati proses tender 5G, dengan  membagikan spektrum ke lima operator selular. Masalah hukum dan teknis, bersama dengan kurangnya transparansi menjadi alasan dari keluarnya keputusan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Komunikasi dan Multimedia Malaysia mengatakan bahwa pihaknya membatalkan pesanannya untuk regulator Komisi Komunikasi dan Multimedia (MCMC) untuk mengalokasikan spektrum ke lima operator, masing-masing Celcom Axiata, Maxis, Digi, Telekom Malaysia, dan Altel Communications.

Sebelumnya Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia Saifuddin Abdullah, telah mengeluarkan arahan untuk menetapkan blok 700MHz ke lima perusahaan pada 15 Mei 2020.

Namun, dalam pernyataan terbaru, Saifuddin mengatakan untuk memastikan proses yang transparan, ia mengarahkan ketua MCMC Fadhlullah Suhaimi, untuk membatalkan arahannya dan meninjau kembali keputusan tersebut.

Sebelum penunjukkan langsung oleh menteri, pada awal Januari, MCMC mengatakan sedang mempertimbangkan untuk mengalokasikan spektrum untuk konsorsium lisensi 5G, melalui proses tender terbuka.

Bloomberg melaporkan, penunjukkan langsung pada konsorsium pada bulan Mei lalu telah mengejutkan pasar, karena itu adalah “abrupt departure “ (keberangkatan mendadak) dari rencana asli regulator, yang tampaknya menyebabkan langkah tersebut ditinggalkan.

Bagaimana pun, keputusan penunjukkan langsung menyangkut pembagian spectrum 5G, telah membuat operator  bergerak cepat. 

Celcom Axiata misalnya berencana dapat menggelar layanan 5G menggunakan dua vendor jaringan. Saat ini operator selular terbesar kedua di Malaysia itu, tengah mengadakan diskusi dengan keempat pemain utama, sebelum bersiap untuk membuat keputusan final.

Jamaludin Ibrahim, Presiden dan CEO Axiata Group, perusahaan induk Celcom, mengatakan bahwa pihaknya telah menganggarkan dana sedikitnya $1 miliar untuk menggelar jaringan 5G di seantero negeri selama lima tahun ke depan.

Menurut laporan Reuters, Huawei adalah vendor perlengkapan nirkabel utama untuk Celcom. Vendor jaringan asal China itu diketahui telah melakukan perjanjian pendahuluan dengan Celcom untuk membangun jaringan 5G, namun sejauh ini belum ada kesepakatan yang diselesaikan. Selain Celcom, Huawei juga telah menandatangani perjanjian dengan Maxis, untuk meluncurkan layanan serupa.

Selain Huawei, Ericsson juga merupakan mitra tradisional Celcom. Diketahui, pada Mei 2017 Celcom dan Ericsson telah melakukan uji coba 5G pra-standar. Sebelumnya, baik Ericsson maupun Huawei merupakan pemasok utama infrastruktur jaringan 4G milik Celcom.

Sekedar diketahui, Regulator telekomunikasi Malaysia mengkonfirmasi rencana untuk mengalokasikan spektrum 5G di empat pita, dengan penyebaran komersial diperkirakan akan dimulai pada kuartal ketiga tahun ini.

Setelah penyelidikan publik dan rilis laporan akhir pada September tahun lalu, Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) mengidentifikasi empat pita, masing-masing 700MHz, 3,5GHz, 26GHz, dan 28GHz sebagai frekuensi untuk peluncuran 5G.

Sebelum penunjukkan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Multimedia Saifuddin Abdullah, MCMC sedang mempertimbangkan untuk mengalokasikan pita 700MHz dan 3.5GHz ke satu entitas yang terdiri dari konsorsium yang dibentuk oleh banyak pemegang lisensi, sebagai pengganti lisensi perorangan.

Cara tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menurunkan belanja modal dengan meminimalkan biaya dan mencegah duplikasi infrastruktur. MCMC berencana menggelar tender untuk memutuskan pemenang.

MCMC mengatakan alokasi spektrum 4G yang ada akan dipertahankan, mencakup pita 2.3GHz dan 2.6GHz hingga Desember 2021, dengan peninjauan pita-pita spektrum itu direncanakan pada 2021.

Upcoming Event

Upcoming Event

Latest