Sabtu, Oktober 31, 2020
Beranda News Pandemi Momen Proses Transformasi Pendidikan Berbasis Teknologi

Pandemi Momen Proses Transformasi Pendidikan Berbasis Teknologi

-

Jakarta, Selular.ID – Pandemi Covid bisa menjadi momen bagi dunia pendidikan untuk mempercepat proses transformasi ke pendidikan berbasis teknologi.

Dalam online talkshow bertajuk sistem pendidikam ideal di masa new normal, Fernando Uffie, Pendiri Kelas Pintar mengungkapkan, transformasi dunia pendidikan bukan tentang menegasikan peran tenaga pendidik dan sekolah, tapi justru menguatkan peran masing-masing stake holder tersebut.

Hal ini mengacu pada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri, yang baru saja mengeluarkan panduan pembelajaran tahun ajaran baru di masa pandemik Covid 19.

Salah satu poin dalam panduan tersebut adalah larangan melakukan Kegiatan Belajar Mengajar tatap muka di 94% wilayah Indonesia yang berada di zona merah, orange, dan kuning. Di wilayah tersebut pembelajaran hanya boleh dilakukan secara online.

“Pembelajaran online ataupun pendidikan berbasis teknologi sejatinya harus bisa mengakomodir peran guru, sekolah dan orang tua dalam proses pendidikan siswa.Pembelajaran online juga harus bisa menghadirkan interaksi diantara mereka, untuk memastikan pendidikan karakter tetap berjalan meski dilakukan secara virtual. ujar Uffie, di Jakarta, dalam Talkshow Online, (25/06/2020).

Menurut Uffie, Kelas Pintar sudah memiliki fitur yang dapat membawa proses belajar mengajar layaknya dilakukan di sekolah. Meskipun tidak sampai seratus persen, nuansa itu dapat dialami oleh siswa.

“Kami memiliki fitur yang dipanggil sekolah dan kelas, yang mana keduanya memungkinkan guru dan siswa tetap berinteraksi agar dapat saling mengetahui perkembangan masing-masing,” tutur Uffie.

Menurut dia, solusi pembelajaran jarak jauh ini memang bukan lagi sekadar pilihan, mengingat kondisi yang ada saat ini. Namun, tetap diperlukan platform yang bisa mengintegrasikan semua pemangku kepentingan, mulai dari orang tua, guru, murid, dan sekolah.

Bekasi dan DKI Jakarta Siap Dengan E-learning

Dwie Anyarini, Staf Ahli Bidang Keuangan dan SDM Pemerintah Kota Bekasi, menuturkan, Kota Bekasi sudah membuat instruksi Walikota tentang kebijakan optimalisasi pembelajaran dalam jaringan atau jarak jauh dengan menggunakan aplikasi e-learning berbasis jaringan.

Sementara Momon Sulaeman, Kepala Bidang SD dan PLKK Provinsi DKI Jakarta mengatakan, seperti Bekasi, DKI Jakarta memang tengah menyiapkan sebuah standar untuk menyambut sistem pembelajaran jarak jauh yang mungkin masih dimanfaatkan.

Tidak hanya itu, DKI Jakarta juga sudah menyiapkan beberapa skema menyambut Tahun Ajaran Baru 2020/2021 yang dimulai pada 13 Juli 2020. Menurut Momon, skema itu berupa pemberian konten pada guru atau dimungkinkan siswa masuk sekolah secara bertahap.

Meski pembelajaran jarak jauh memang menawarkan kemudahan, bukan berarti metode ini serta merta dapat diadopsi seluruh siswa. Alasannya, ada perbedaan dukungan infrastruktur yang dimiliki oleh tiap-tiap siswa.

Momon mencontohkan, tidak seluruh siswa di DKI Jakarta ternyata memiliki gadget untuk mendukung kegiatan ini. Karenanya, perlu disiapkan alternatif lain agar para siswa tetap dapat sekolah.

Tidak hanya itu, kebutuhan pratikum untuk beberapa sekolah juga menjadi perhatian. Momon mengatakan saat ini memang sedang ada pembahasan untuk melakukan pratikum secara virtual, khususnya untuk siswa kejuruan.

Di samping hal yang bersifat teknis, perhatian juga diberikan pada transfer karakter antara guru dan murid. Seperti diketahui, dengan pembelajaran tatap muka, guru dapat memberikan pelajaran karakter seperti kedisplinan pada murid.

Baca Juga :Ada Fitur Sekolah di Kelas Pintar

Hal yang mungkin sulit dilakukan dengan metode pembelajaran jarak jauh. Di samping itu, layanan internet yang memadai juga perlu menjadi perhatian untuk mendukung proses pembelajaran online.

Telkomsel Genjot Kegiatan Belajar Online

Sementara operator sebagai penyedia layanan internet, sudah melakukan sejumlah langkah praktis, hal itu diungkapkan  Danang Andrianto, Telkomsel GM Mass Market Segment Product and Proposition, menurut dia Telkomsel mendukung kegiatan belajar online. Mulai dari bekerja sama dengan 10 aplikasi e-learning, menyediakan akses bebas data untuk 180 e-learning kampus.

Latest