Friday, October 23, 2020
Home News Pengguna WhatsApp Bisa Periksa Hoaks Covid-19 Via Chatbot

Pengguna WhatsApp Bisa Periksa Hoaks Covid-19 Via Chatbot

-

Jakarta, Selular. ID – Hoaks seputar pandemi corona Covid-19 sepertinya cukup meresahkan, hal ini menjadi keseriusan Jaringan Pemeriksa Fakta Internasional atau IFCN (International Fact-Checking Network) di bawah Poynter Institute untuk berupaya memerangi hoaks pandemi.

Bekerja sama dengan WhatsApp yang memiliki dua miliar pengguna di seluruh dunia, IFCN resmi meluncurkan chatbot yang menampilkan hasil cek fakta lebih dari 80 organisasi sedunia.

Dilaporkan Tech Crunch, pengguna WhatsApp dapat memeriksa hoaks tentang virus corona (Covid-19) melalui chatbot resmi International Fact-Checking Network (IFCN).

Chatbot tersebut dapat diakses secara gratis melalui nomor telepon +1(727)2912606. Setelah menyimpan nomer tersebut pengguna dapat mengetikan pesan ‘hai’ untuk memulai berkomunikasi dengan bot. Selain itu pengguna juga dapat mengklik tautan http://poy.nu/ifcnbot.

Menurut WhatsApp dengan mengakses chatbot IFCN tersebut warga diseluruh dunia dapat dengan mudah mengakses dan memeriksa informasi tentang Covid-19 melalui pemeriksa fakta profesional.

Untuk diketahui, lebih dari 80 organisasi pengecekan fakta dari 74 negara telah mengidentifikasi lebih dari 4.000 hoaks yang berkaitan dengan Covid-1 sejak Januari 2020. Semua informasi tersebut telah membentuk basis data CoronaVirusFacts dan diperbarui setiap hari oleh IFCN.

Tidak hanya itu, chatbot IFCN juga menyediakan pengguna dengan direktori global organisasi pengecekan fakta. Sistem ini mampu mengidentifikasi negara pengguna melalui kode negara seluler pengguna tersebut dan kemudian memberi mereka organisasi pengecekan fakta terdekat.

Pengguna kemudian dapat mengirimkan sepotong informasi untuk ditinjau langsung ke pemeriksa fakta setempat atau mengunjungi situs webnya untuk mempelajari lebih lanjut tentang apa yang telah beredar di wilayah tersebut.

Pada dasarnya, melalui bot yang baru meluncur pada 4 Mei 2020 ini, IFCN bertujuan memberi akses lebih mudah bagi publik untuk memastikan apakah suatu konten atau isu terkait Covid-19 itu benar atau tidak.

Melalui rilisnya, IFCN pun menyampaikan bahwa sejak Januari lalu, para pemeriksa fakta dari 74 negara telah mengidentifikasi lebih dari 4.000 hoaks terkait corona.

Semuanya dikumpulkan dalam database CoronaVirusFacts yang mereka kelola, yang menjadi tulang punggung dari chatbot WhatsApp ini –sekaligus sebagai wujud kolaborasi pemeriksa fakta terbesar. Database itu pun senantiasa diupdate tiap hari oleh IFCN, sesuai perkembangan konten-konten cek fakta terbaru yang diproduksi.

Baca Juga :Cegah Hoaks, WhatsApp Batasi Fitur Teruskan Pesan

Chatbot ini sekaligus berguna sebagai direktori global organisasi pemeriksa fakta. Sistem yang digunakan dapat mengidentifikasi negara pengguna WhatsApp lewat kode negaranya, sehingga bisa membagi data organisasi atau hasil cek fakta di negara yang bersangkutan.

Publik juga bisa mengirim informasi langsung ke lembaga pemeriksa fakta setempat melalui nomor atau alamat kontaknya, atau mengecek konten apa saja yang sudah dibuat di situs masing-masing.

Awalnya, bot IFCN hanya akan tersedia dalam bahasa Inggris, tetapi bahasa lain, termasuk Hindi, Spanyol, dan Portugis, akan segera menyusul

Latest