Wednesday, July 8, 2020
Home News E-Commerce Kejar Indonesia, Vietnam Targetkan Omzet E-Commerce US$35 Miliar Pada 2025

Kejar Indonesia, Vietnam Targetkan Omzet E-Commerce US$35 Miliar Pada 2025

-

Jakarta, Selular.ID – Seiring dengan maraknya belanja secara daring, Vietnam mengusung target tinggi dalam industri e-commerce. Pemerintah menargetkan pertumbuhan tahunan dua digit dalam bisnis e-commerce selama lima tahun ke depan, dengan nilai penjualan sebesar $35 miliar pada tahun 2025.

Diperkirakan lebih setengah dari 96 juta penduduk Vietnam akan berbelanja online pada 2025, menurut strategi pengembangan e-commerce pemerintah yang diumumkan Senin (18/5).

Mengutip laporan media pemerintah, Reuters menyebutkan bahwa belanja online di Vietnam baru-baru ini didorong oleh pembatasan pergerakan terkait dengan wabah virus corona, dengan penjualan online naik hingga 20% dari periode pra-pandemi.

Setiap pembelanja online diperkirakan menghabiskan rata-rata $600 per tahun pada 2025. Strategi pemerintah mengatakan bahwa penambahan belanja online harus mencapai 10% dari total penjualan barang dan jasa ritel Vietnam saat itu. Pada 2019, omset industri e-commerce Vietnam bernilai sekitar $12 miliar.

Target tinggi yang diusung pemerintah Vietnam tak lepas dari persaingan industri e-commerce di Asia Tenggara yang tumbuh pesat sejak beberapa tahun terakhir. Vietnam tak ingin hanya menjadi bayang-bayang sejumlah negara, terutama Indonesia yang kini memimpin pasar e-commerce di kawasan ini.

Menurut laporan riset Google dan Temasek bertajuk ‘e-Conomy SEA 2018’, GMV (gross merchandise value) dari sektor e-commerce di Asia Tenggara mencapai US$23 miliar atau setara Rp333 triliun pada 2018. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 60 persen dibandingkan tahun lalu.

Sektor e-commerce di Indonesia mendapatkan GMV sebesar US$12,2 miliar atau setara Rp176 triliun pada 2018. E-commerce Indonesia menyumbang US$1 dari tiap US$2 yang dibelanjakan di Asia Tenggara.

Artinya, e-commerce Indonesia telah menyumbang 50 persen transaksi belanja online di kawasan tersebut. Nilai ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Mengalahkan negara-negara tetangga seperti Malaysia yang hanya US$2 miliar, Philippines US$1,5 miliar, Singapore US$1,8 miliar, Thailand US$3 miliar dan Vietnam US$2,8 miliar.

Pertumbuhan pesat pada e-commerce ini, menunjukkan konsumen Asia khususnya Indonesia sangat tergantung pada pembelian produk melalui online. Beberapa pemain memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan e-commece seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan Lazada. Para pemain besar itu bersaing di Indonesia karena wilayah ini adalah pasar terpenting mereka.

Lebih jauh riset yang dilakukan Google dan Temasek itu memprediksi nilai e-commerce di Asia Tenggara akan meningkat hingga US$102 miliar atau sekitar Rp1.483 triliun pada 2025. Sementara untuk di Indonesia sendiri angkanya diperkirakan bakal mencapai US$53 miliar atau setara Rp768 triliun pada 2025.

Latest