Beranda News Feature India Jadi Medan Pertarungan Wistron Vs Foxconn

India Jadi Medan Pertarungan Wistron Vs Foxconn

-

Jakarta, Selular.ID – Pasar India yang besar membuat produsen kontrak juga kebagian kue yang signifikan. Apalagi sejumlah brand, seperti Apple lebih suka bermitra dengan produsen kontrak ketimbang membangun pabrik sendiri.

Hal itu memicu produsen kontrak elektronik, seperti Wistron dan Foxconn asal Taiwan, untuk mengembangkan pabrik baru sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan pasar.

Dilansir dari laman ET India, Wistron berencana untuk menggelontorkan investasi tambahan senilai ₹1,300 crore ($165 juta) sebagai perluasan pabrik di luar Bengaluru. Seorang eksekutif senior perusahaan mengatakan, bahwa fasilitas baru itu dibangun sebagai upaya antisipasi lebih banyak kontrak bisnis dari klien seperti Apple.

Sebelumnya media lokal melaporkan bahwa pembuat iPhone sedang memeriksa kemungkinan pergeseran hampir seperlima dari kapasitas produksinya dari China ke India. Relokasi itu berpotensi meningkatkan pendapatan manufaktur lokal, melalui produsen kontrak, menjadi sekitar $40 miliar dalam lima tahun ke depan.

Saat ini, produksi iPhone di India, dikerjakan oleh dua produsen kontrak asal Taiwan, masing-masing Wistron dan Foxconn.

Pabrik Wistron di Narasapura, sekitar 65 kilometer dari ibukota negara bagian, menerima ₹1.600 crore pada bulan September, naik dari crore ₹900 yang direncanakan. Investasi segar akan membuat pendapatan berlipat mencapai total ₹2,900 crore.

Eksekutif mengatakan investasi itu strategis, karena meningkatkan kontribusi dari pabrik-pabrik ponsel yang berbasis di India. “Ada minat dalam pembuatan di India dari klien kami,” kata sang eksekutif. Saat ini Wistron telah mengakuisisi 43 hektar di Narasapura, yang hanya 40% telah digunakan.

Peningkatan investasi Wistron di Karnataka, meskipun tidak eksklusif untuk pembuatan produk-produk Apple, juga terjadi pada saat India telah mengurangi kebijakan investasi asing langsung dalam ritel merek tunggal, yang telah diminta oleh Apple.

Sekedar diketahui, Wistron telah memproduksi iPhone 7 secara lokal di India pada Juli 2019. Varian itu diproduksi dari fasilitasnya di Narasapura, distrik Kolar, pinggiran Bengaluru. Sebelumnya hanya iPhone 6s dan model SE yang diproduksi dari unit ini.

Selain Apple, Wistron juga produsen untuk Xiaomi dan Nokia. Perusahaan telah mengambil 43 hektar tanah dan berencana untuk berinvestasi Rp3.000.000 crore dalam unit secara bertahap.

Sebelumnya disebut-sebut bahwa Apple juga akan memproduksi iPhone 8 dan model yang lebih tinggi secara lokal, tetapi sejauh ini belum dikonfirmasi.

Pengembangan ini terjadi pada saat penjualan Apple di India turun, karena harga yang lebih tinggi dari model Apple yang lebih baru dan banyak model yang lebih murah dan kuat dari merek-merek China.

Apple disebutkan berfokus pada strateginya untuk menargetkan pengguna kelas atas dengan produk-produk premium seperti iPhone X dan versi Mac dan iPad yang lebih baru. Namun di saat bersamaan, Apple juga menjaga handset lama seperti 6S tetap hidup sebagai perangkat entri untuk pengguna pertama kali.

Produksi Foxconn

Selain Winstron, Foxconn Technology Group, produsen kontrak besar Apple lainnya yang beroperasi di India, juga akan meningkatkan produksi lokal.

Sesuai laporan media setempat, Foxconn telah mempresentasikan rencana untuk berinvestasi hingga $5.000 crore di fasilitasnya di Sriperumbudur, dekat Chennai. Saat ini Foxconn sedang dalam pembicaraan dengan pemerintah setempat untuk sejumlah konsesi yang diminta perusahaan.

Pabrik Foxconn pertama kali berproduksi di India pada 2015. Seiring dengan meningkatnya permintaan, perusahaan telah merekrut lebih banyak pekerja di wilayah India selatan, dari sebelumnya ratusan menjadi lebih dari 30.000 pegawai.

Foxconn juga telah meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 50 juta unit per tahun. Langkah ini mendukung upaya Apple untuk memindahkan produksi iPhone dari wilayah Tiongkok, sebagai upaya untuk menghindari tarif impor yang diterapkan Presiden Trump untuk unit dari negara tirai bambu tersebut.

India adalah pasar smartphone terbesar kedua di dunia, setelah Tiongkok. India sendiri adalah negara berkembang yang masyarakatnya punya kecenderungan membeli smartphone entry-level atau mid-range, dengan penguasa pasarnya adalah Xiaomi.

Apple mencoba untuk melakukan penetrasi ke pasar India, dengan strategi berupa penjualan model iPhone lawas yang memiliki harga terjangkau.

Di tengah memanasnya perang dagang antara China dan AS, serta dampak wabah corona yang membuat penjualan di China turun drastis, Apple secara bertahap mulai memindahkan proses produksinya dari Tiongkok. Saat ini, akibat perseteruan dengan China, Presiden Donald Trump memberlakukan tarif yang tinggi untuk unit yang diimpor dari Tiongkok.

Hal ini memberatkan, karena tarif ini adalah pajak impor yang harus dibayar Apple. Permasalahannya, hal ini tidak serta merta sebuah kegiatan impor. Karena semua produk Apple didesain di AS dan hanya dirakit Tiongkok.

Sejauh ini, Apple sendiri masih membayar sendiri pajaknya di berbagai perangkat yang dirakit di China, seperti iPhone, iPad, AirPods, dan Apple Watch. Sehingga upaya memindahkannya ke India adalah salah satu cara terbaik menghindari wacana Trump yang sebenarnya bertujuan membawa Apple untuk diproduksi di AS.

Pasar Smartphone India Q1-2020

Dibandingkan China yang semakin menurun, India telah muncul sebagai salah satu pasar smartphone yang paling cepat berkembang dalam dekade terakhir. India bahkan melaporkan pertumbuhan setiap kuartal bahkan ketika pengiriman handset melambat atau menurun di tempat lain secara global. Meski demikian, pasar smartphone terbesar kedua di dunia itu mulai merasakan panasnya dampak wabah corona.

Menurut laporan Counterpoint, pasar ponsel pintar India tumbuh 4% tahun-ke-tahun pada kuartal yang berakhir pada 31 Maret 2020. Pengiriman meningkat setiap tahun pada bulan Januari dan Februari, ketika beberapa perusahaan meluncurkan smartphone mereka dan meluncurkan rencana promosi yang agresif.

Tetapi pada Maret pengiriman menunjukkan penurunan 19% dari tahun ke tahun,. Counterpoint memperkirakan bahwa pengiriman smartphone di India akan menurun 10% tahun ini, dibandingkan dengan pertumbuhan 8,9% pada 2019 dan pertumbuhan 10% pada 2018.

Perusahaan riset itu juga memperingatkan bahwa kebijakan lockdown yang diterapkan pemerintah pada April lalu, telah sangat memperlambat industri smartphone lokal dan mungkin butuh tujuh hingga delapan bulan untuk kembali ke jalurnya. Saat ini, hanya barang tertentu seperti produk grosir yang diizinkan untuk dijual di India.

Prachir Singh, Analis Riset Senior Counterpoint, mengatakan dampak COVID-19 di India relatif ringan hingga pertengahan Maret.

“Namun, kegiatan ekonomi menurun karena orang menyimpan uang dengan harapan periode ketidakpastian yang panjang dan penutupan yang hampir lengkap. Hampir semua kegiatan manufaktur smartphone telah dihentikan. Dengan menurunnya aktifitas ekonomi, pabrik akan berjalan pada kapasitas yang lebih rendah bahkan setelah penguncian dicabut,” katanya.

Secara keseluruhan, 31 juta unit ponsel pintar dikirimkan di India pada Q1 2020. Menurut kajian Counterpoint, Vivo meraih 21% pangsa pasar untuk mencapai tempat kedua, menggusur Samsung yang merosot ke tempat ketiga dengan 19%.

Sementara Xiaomi kukuh bertengger di posisi puncak dengan pencapaian market share lebih luas dibanding tahun lalu, mencapai 30%. Ini adalah tahun kedua Xiaomi menjadi market leader di India. Oppo dan Realme adalah pemain lain dalam daftar 5 teratas, dengan perolehan masing 12% dan 8% pangsa pasar.

Penjualan Apple

Meski masih menjadi pemain medioker, Apple mulai menancapkan tajinya di India. Menurut International Data Corporation (IDC), di segmen premium (US $500 atau Rs36.000 ke atas), Apple mencapai rekor pangsa pasar 75,6 persen pada kuartal keempat 2019, berkat penjualan yang sangat baik dari iPhone 11 dan penurunan harga pada model iPhone lama.

Kinerja Apple semakin membaik di tahun 2020. Apple mencatat pertumbuhan pengiriman smartphone sebesar 78 persen tahun-ke-tahun (YoY) di India pada kuartal pertama 2020, menurut laporan Counterpoint Research.

Data Counterpoint mengatakan bahwa Apple (78 persen) adalah salah satu dari tiga merek teratas di negara ini dalam hal pertumbuhan pengiriman smartphone di negara tersebut. Itu hanya diikuti Realme (119 persen) dan Oppo (83 persen). Jelas bahwa sementara Apple, dengan ponsel berharga tinggi, tidak di antara merek smartphone yang paling disukai di India, Apple telah mencatat pertumbuhan yang signifikan.

Menurut laporan terakhir Counterpoint, Apple telah mencatat pertumbuhan pengiriman smartphone 41 persen YoY selama kuartal keempat 2019.

Data Counterpoint menunjukkan bahwa selain iPhone 11, kesuksesan Apple dapat dikaitkan dengan penawaran diskon di Amazon dan Flipkart karena ini membantu menjaga harga relatif lebih rendah. Selain itu, di segmen ultra-premium (> Rs45.000) Apple memimpin di negara itu dengan pangsa pasar 55 persen.

Buyer's Guide

Sambut Natal Dan Tahun Baru, Oppo Obral Produk Andalan...

Jakarta, Selular.ID - Di penghujung tahun 2020, konsumen bisa memboyong produk Oppo dengan potongan...

Dijual Harga Sama, Realme C15 Holiday Edition Usung Prosesor...

Jakarta, Selular.ID - Sambut liburan akhir tahun, Realme memberi kejutan dengan meluncurkan Realme C15...

7 Smartphone Oppo dengan Fast Charging Hingga 65 Watt

Jakarta, Selular.ID - Fast charging menjadi salah satu fitur yang dicari konsumen saat hendak...

Smartphone Oppo dengan Triple Camera, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Jakarta, Selular.ID - Oppo termasuk vendor smartphone yang cukup aktif meramaikan pasar Indonesia, misalnya...

Rekomendasi Smartphone Rp3 Jutaan

Jakarta, Selular.ID – Kebutuhan pengguna ponsel tidak hanya pada fitur kamera saja, kapasitas memori,...

5 Smartphone Oppo Dengan Layar Punch Hole  

Jakarta, Selular.ID – Tampilan layar smartphone menjadi semakin lega sekaligus menawan berkat mengusung konsep...

Artikel Terbaru

Kategori Terkait