Saturday, March 28, 2020
Home News Toko Aplikasi Apple Bakal Hadir di Sejumlah Negara

Toko Aplikasi Apple Bakal Hadir di Sejumlah Negara

-

Jakarta, Selular.ID – Sebagai langkah ekspansi. Apple baru-baru ini mengumumkan bahwa pihaknya menyediakan 20 toko aplikasi untuk sejumlah negara.

Kemudian pengembang harus mencentang kotak negara atau wilayah baru di bagian harga dan Ketersediaan halaman informasi aplikasi.

Apple menyarankan pengembang untuk masuk ke akun mereka di situs web pengembangnya dan menerima perjanjian lisensi program yang diperbarui untuk membuat aplikasi mereka tersedia di negara-negara tersebut ketika ekspansi diluncurkan. Seperti dilaporkan The Verge.

Sejumlah negara yang akan kedatangan toko aplikasi atau Apple Store ini antara lain, Afganistan, Gabon, Pantai Gading, Georgia, Maladewa, Serbia, Bosnia dan Herzegovina, Kamerun, Irak, Kosovo, Libya, Montenegro, Maroko, Mozambik, Myanmar, Nauru, Rwanda, Tonga, Zambia, dan Vanuatu.

Hal yang sama harus dilakukan di App Store Connect juga, dan langkah-langkah ini harus diselesaikan pada 10 April untuk memastikan aplikasi siap dipublikasikan di lokasi baru.

Jika Apple membuka 20 toko aplikasi, berbeda dengan halnya untuk toko iPhone. Dilaporkan sebelumnya, Apple
membatasi pembelian iPhone secara massal dan produk lainnya lewat toko online.

Konsumen Apple hanya diperbolehkan membeli dua unit perangkat untuk satu model. Konsumen tetap bisa membeli lebih dari dua iPhone dalam satu order, tapi harus dari model yang berbeda, misalnya dua iPhone 11 dan dua iPhone 11 Pro.

Baca Juga :Sempat Tutup, Apple Kembali buka 42 Toko di China

Pembatasan berlaku untuk iPhone 8, iPhone 8 Plus, iPhone XR, iPhone 11, iPhone 11 Pro, dan iPhone 11 Max. Produk lain, termasuk iPad Pro juga memiliki batasan pembelian.

Diketahui ketika Covid- 19 melanda China, Apple menutup semua gerai ritel bata-dan-mortirnya di negara itu, hanya membuka kembali semuanya pada 13 Maret. Foxconn, mitra manufakturnya yang paling penting, menghentikan sementara operasinya, meskipun pendiri Terry Gou mengatakan bahwa produksi kini telah kembali normal.

Latest