Sunday, June 7, 2020
Home News FinTech Pinjaman Online Ganas Masih Gentayangan di Play Store

Pinjaman Online Ganas Masih Gentayangan di Play Store

-

Jakarta, Selular.ID – Sebuah laporan baru-baru ini oleh Bloomberg mengungkapkan beberapa aplikasi pinjaman ganas masih masuk ke Play Store meskipun ada komitmen Google sebelumnya untuk melarang aplikasi tersebut.

Banyak dari aplikasi ini menawarkan kemajuan uang mudah kepada pengguna dengan biaya bunga melebihi 200%, namun mereka mengharuskan pengguna untuk membayar kembali pinjaman hanya dalam kurun waktu satu atau dua minggu. Ini tampaknya bertentangan langsung dengan kebijakan pengembalian minimum baru Google dan batas suku bunga.

Bloomberg melaporkan bahwa banyak aplikasi yang melanggar kebijakan seperti iPesa, OKash, dan Zenka paling umum di negara-negara berkembang seperti Nigeria, India, dan Kenya, tetapi aplikasi ini tidak tersedia di banyak negara lain, termasuk AS.

Android Authority menjangkau Google untuk bertanya mengapa kebijakan global perusahaan melindungi pengguna di negara-negara yang lebih maju, namun mereka tidak melindungi pengguna Android di negara-negara tersebut. Seorang juru bicara Google menanggapi dengan mengulangi rencana kebijakan baru dan niatnya.

Tampaknya, banyak kebijakan Google berbeda dari satu negara ke negara lain. Google tidak mengizinkan aplikasi untuk pinjaman pribadi dengan tingkat bunga tahunan melebihi 36% di AS, tetapi tampaknya pembatasan yang sama tidak berlaku untuk pengguna di negara lain.

“Kebijakan Pengembang Google Play kami dirancang untuk melindungi pengguna dan menjaga mereka tetap aman, dan kami baru-baru ini memperluas kebijakan Layanan Keuangan kami untuk membantu melindungi orang dari persyaratan pinjaman pribadi yang menipu dan eksploitatif,” kata juru bicara Google.

“Ketika pelanggaran ditemukan, kami mengambil tindakan.”

Sayangnya, pelanggaran di satu negara mungkin bukan pelanggaran di negara lain. Itu berarti lebih mudah bagi aplikasi pinjaman ganas untuk mengambil keuntungan dari pengguna di negara-negara berkembang di mana banyak pengguna tidak memiliki rekening bank atau kartu kredit.

Google perlu mengubah kebijakannya untuk menciptakan batasan kuat yang benar-benar melindungi pengguna secara global.

TERBARU

Perluas Bisnis, WhatsApp Buka Lowongan Kerja di Indonesia

Jakarta, Selular.ID - Facebook terus melirik pasar Indonesia. Kali ini, platform perpesanan WhatsApp dilaporkan...

Peluncuran iPhone 12 Akan Ditunda

Jakarta, Selular.ID - Usai banyaknya prediksi waktu peluncuran iPhone 12 yang beredar, Apple rupanya...

Samsung Galaxy Note 20 Bakal Dirilis Agustus Tahun ini?

Jakarta, Selular.ID - Meskipun situasi pandemi Covid-19 tak kunjung usai, Samsung dilaporkan bakal tetap...

Latest