Monday, April 6, 2020
Home News FinTech OVO dan Pegadaian Kolaborasi, Dorong Inklusi Keuangan Digital Hingga Pedesaan

OVO dan Pegadaian Kolaborasi, Dorong Inklusi Keuangan Digital Hingga Pedesaan

-

Jakarta, Selular.ID – OVO, menjalin kolaborasi dengan Pegadaian memperluas layanan, sekaligus mendorong pertumbuhan dan pemerataan inklusi keuangan di Indonesia. Sinergi keduanya disebut-sebut berpotensi membawa lebih dari 13.4 juta nasabah Pegadaian Persero ke dalam ekosistem keuangan digital yang terintegrasi, aman dan mudah digunakan.

Berdasarkan survei nasional literasi keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada November 2019, indeks inklusi keuangan kini telah mencapai 76 persen. Melihat itu, menurut Karaniya Dharmasaputra, Presiden Direktur OVO, sinergi strategis ini juga akan mendorong pertumbuhan tingkat inklusi keuangan dan memperkecil jumlah penduduk yang belum tersentuh layanan perbankan.

“Kesepakatan antara OVO dan Pegadaian akan semakin meniadakan kesenjangan layanan keuangan berbasis teknologi bagi pengguna, bahkan yang tinggal di wilayah pelosok. Nasabah Pegadaian dan pengguna OVO, kini dapat memperoleh pengalaman bertransaksi secara non tunai dengan lebih aman, nyaman dan mudah,”ujar Karaniya.

Berdasarkan data terakhir, OVO memproses 1 miliar transaksi dalam satu tahun secara real time, dengan peningkatan jumlah transaksi lebih dari 70% di tahun 2019.

Karaniya pun menegaskan komitmen OVO mendukung target pemerintah menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Sebagai upaya untuk mencapai target, OVO secara khusus merangkul masyarakat yang belum tersentuh kemudahan layanan keuangan modern ke dalam ekosistem ekonomi digital, saat ini 28 persen pengguna OVO termasuk kategori underbanked.

“Strategi ekosistem terbuka yang dilakukan oleh OVO, secara signifikan mampu memperluas adopsi serta pertumbuhan jumlah merchant, khususnya pengusaha mikro, kecil dan menengah yang sebelumnya tidak tersentuh layanan keuangan modern. Hal ini selaras dengan layanan keuangan Pegadaian dengan fokus pada segmen nasabah yang sama.” Kata Karaniya.

Sementara Kuswiyoto, Direktur Utama Pegadaian mengatakan, Pegadaian perlu memastikan pemerataan akses terhadap sistem pembayaran modern yang terintegrasi, aman dan nyaman serta akuntabel. kerjasama dengan OVO akan meningkatkan akses nasabah Pegadaian ke dalam ekosistem keuangan digital nasional yang terus berkembang.

“Kerjasama ini mengedukasi lebih banyak masyarakat untuk bertransaksi non-tunai. Kolaborasi ini kunci bagi pelaku industri keuangan seperti kami untuk terus bertumbuh bersama,” tutur Kuswiyoto.

Baca Juga :Genjot penjualan, Bareksa Gandeng OVO

Dengan kerjasama ini, maka nasabah Pegadaian melakukan transaksi keuangan melalui OVO seperti pembayaran, top-up, serta pencairan (disbursement). Kerjasama ini juga akan meliputi program pendaftaran, registrasi, dan upgrade OVO sesuai dengan penerapan prinsip-prinsip KYC (know-your-customer) OVO. Disamping itu kedua belah pihak terbuka untuk menggali potensi kerjasama dan sinergi lainnya untuk semakin meningkatkan layanan bagi nasabah keduanya.

Sebagai badan usaha milik negara, Penggadaian dengan dividen 2018 di angka Rp1.3 triliun dan laba bersih di tahun yang sama senilai Rp2.7 triliun, kerjasama ini adalah wujud komitmen Pegadaian untuk terus berinovasi. Tanggap akan pentingnya inovasi dan peningkatan layanan, Pegadaian secara aktif menggerakkan 1.800 tenaga pemasar serta 9.465 agen yang membawa layanan lebih dekat pada nasabah.

TERBARU

Smartphone Xiaomi Bakal Punya Kamera 144MP?

Jakarta, Selular.ID - Belum puas dengan kamera 108MP pada Mi Note Pro, Xiaomi rupanya...

Skype Rilis Fitur Baru Meet Now

Jakarta, Selular.ID - Skype manfatkan situasi saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, Skype dilaporkan...

Di Likee bisa Konsultasi Kesehatan secara Online

Menanggapi keadaan darurat kesehatan global akibat pandemi COVID-19, Likee, platform pembuatan video pendek global,...

Latest