Wednesday, January 22, 2020
Home News Indonesia ICT Institute: Sekelas Mendikbud, Harusnya Tidak Gandeng Netflix

Indonesia ICT Institute: Sekelas Mendikbud, Harusnya Tidak Gandeng Netflix

-

Jakarta, Selular.ID – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menggandeng Netflix untuk membantu meningkatkan kualitas sineas Tanah Air. Kerja sama ini menuai perhatian publik.

Pasalnya, saat ini Netflix menjadi sorotan setelah PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk dan anak usahanya Telkomsel memblokir layanan streaming video asal Amerika Serikat itu.

Hal ini pun membuat Heru Sutadi, Direktur Eksekutif Indonesia Information and Communication Technology (ICT) Institute ikut berkomentar.

Menurut Heru, dengan latar belakang pendidikan, serta terobosan yang dimiliki Nadiem Makarim (Menteri Mendikbud) selama ini, yang lulusan Harvard dan Founder Gojek, semestinya Nadiem lebih maju dan inovatif dibanding sekadar gandeng Netflix.

“Ngawur itu. Harusnya sekelas Mendikbud Nadiem lebih maju dan inovatif dibanding sekadar gandeng Netflix. Kalau hanya gandeng tidak perlu pemikiran lulusan Harvard dan Founder Gojek,” ujar Heru, dalam pesan singkatnya, kepada Selular.id

Menurut dia, seharusnya Nadiem mengkaji dan memikirkan hal- hal lebih jauh sebelum mengambil keputusan gandeng Neflix.

Dikatakan Heru, ada hal-hal yang perlu diperhatikan, yang pertama, Menteri harus paham posisi Netflix. Apakah sudah memiliki Badan Usaha Tetap di Indonesia atau belum.

“Sebab sesuai PP Perdagangan melalui sistem elektronik yang baru kan wajib memiliki badan usaha di Indonesia,” kata Heru lagi.

Kemudian, inovator seperti Nadiem terlalu rendah jika bersifat gandeng. Harusnya sekelas Nadiem mampu membuat Netflix versi Indonesia, seperti Gojek yang jadi Uber versi Indonesia dan bahkan. layanannya lebih variatif dibanding Uber.

“Kita harus punya platform karya anak bangsa yang lebih bagus daripada Netflix harusnya,” kata Heru.

Baca juga :Tanpa Netflix, TelkomGroup Tetap Sajikan Layanan Konten yang Berkualitas

Dan jika merasa tidak mampu, barulah gandeng. Tapi itupun dikatakan Heru jangan hanya jadi pasar. Heru menyarankan, Berikan kewajiban memajukan konten lokal.soal bentuk usah tetap (BUT) dikedepenkan, karena Menteri lain juga sedang sibuk mengejar paltform over the top (OTT) asing.

“Jangan sampai kerja sama malah bikin kita kebobolan karena persoalan pembayaran pajak yang belum selesai solusinya, sebab kan dengan menarik duit pengguna dari Indonesia, harusnya mereka juga bayar pajak ke pemerintah Indonesia,” tutup Heru.

Latest