Wednesday, January 22, 2020
Home News Market Update Canalys Prediksi Pasar Smartphone Akan Rebound Pada 2020

Canalys Prediksi Pasar Smartphone Akan Rebound Pada 2020

-

Jakarta, Selular.ID – Seperti apa wajah industri smartphone pada tahun depan? Lembaga riset terkemuka Canalys, memprediksi bahwa permintaan terhadap ponsel pintar pada 2020, akan mengalami rebound.

Canalys menyebutkan bahwa siklus pertumbuhan akan mencapai puncaknya dalam tiga tahun ke depan, karena permintaan konsumen diperkuat oleh 5G, smartphone layar lipat dan chipset yang lebih cepat.

Rushabh Doshi, Direktur Riset Mobilitas Global Canalys, menilai kawasan Asia Pasifik (APAC) akan berkinerja terbaik pada 2020, terutama karena meningkatnya permintaan handset 5G di China di mana operator secara agresif menyebarkan teknologi.

Pertumbuhan 5G juga akan didorong oleh Korea Selatan, Jepang, Australia dan Selandia Baru. Dari sisi inovasi, ia menunjuk ke Motorola Razr dan smartphone lipat dari Samsung dan Huawei, akan mendorong tumbuhnya permintaan.

Selain chipset yang lebih cepat, ia mengharapkan smartphone 5G menampilkan layar yang lebih besar dan lebih banyak penyimpanan, dengan kemungkinan hingga 16GB dalam model entry-level.

Dengan konsumen membayar biaya yang lebih tinggi untuk gelombang pertama handset 5G, ia memperkirakan peningkatan awal dalam ASP (average selling price).

Namun, Doshi meyakini harga akan turun lebih cepat dibandingkan handset 4G karena vendor lebih terhubung ke rantai pasokan, sekaligus berkomitmen untuk menurunkan harga demi menarik segmen konsumen yang lebih luas.

Doshi percaya smartphone akan semakin digunakan oleh perusahaan saat aplikasi berkembang dan menjadi lebih kuat, dengan perangkat yang diharapkan untuk menggantikan PC dalam banyak kasus.

Permintaan smartphone di kawasan Asia Pasifik saat ini terlihat melemah. Pengiriman turun 2,8 persen tahun-ke-tahun pada Q3 menjadi 549 juta unit karena menurunnya permintaan terhadap Huawei dan Apple.

Vendor China mengalami tahun terburuknya di wilayah tersebut setelah kenaikan fenomenal selama lima tahun terakhir. Hal itu diperburuk dengan ketegangan perdagangan antara AS di China, dan berujung pada dimasukannya Huawei dalam daftar hitam perdagangan oleh AS.

Doshi mengatakan Apple sedang berjuang di China karena kurannya inovasi dan, yang lebih penting, reaksi dari konsumen beralih ke merek lokal dalam menanggapi perang perdagangan AS.

Pasar China saat ini dilanda siklus perpanjangan dan telah mengalami penurunan selama tiga tahun terakhir, pungkas Doshi.

Latest