Monday, March 30, 2020
Home News Security 1,2 Miliar Data Email, Facebook, dan LinkedIn Bocor

1,2 Miliar Data Email, Facebook, dan LinkedIn Bocor

-

Jakarta, Selular.ID – Kebocoran data kembali terjadi, hal tersebut diungkapkan Bob Diachenko dan Vinny Troia peneliti keamanan. Mereka  telah menemukan 1,2 miliar data bocor di internet yang terdiri data Email, Facebook, dan LinkedIn.

Menurut peneliti data dengan kode ‘PDL’ berisi data unik individu seperti miliaran alamat email pribadi, email kantor, URL LinekdIn, ID Facebook, dan lebih dari 400 juta nomor ponsel. Kemudian, data dengan kode ‘OXY’ berisi data yang diambil dariad profil LinkedIn, termasuk informasi tentang perekrut.

Data tersebut memiliki ukuran 4 terabyte. Menurut peneliti, data tersebut mudah diakses secara online dan peneliti dapa mengunduh data melalui browser web tanpa perlu kata sandi atau otentikasi.

Data tersebut telah bocor melalui server Elasticsearch yang terbuka dan tidak aman. Meskipun demikian sumber sebenarnya masih misteri. Kabarnya data berasal dari dua perusahaan agregasi data, People Data Labs dan OxyData.io. Ketika para peneliti menghubungi kedua perusahaan, juru bicara mereka mengatakan server bukan milik mereka. Seperti dilaporkan Daily Mail.

Meskipun kebocoran ini tidak memiliki informasi pribadi seperti Kata Sandi dan detail kartu kredit, kebocoran ini masih dianggap yang terbesar dalam sejarah.
Menurut Rich Turner, wakil presiden senior CyberArk dari EMEA, meskipun data yang bocor tidak memiliki informasi pribadi, alamat email, nomor telepon, dan profil media sosial masih merupakan masalah besar.

Terkait masalah kenamanan data, perlu diketahui sebelumnya, Facebook menghapus 3,2 miliar akun palsu antara bulan April dan September tahun ini. Pada akun palsu tersebut, Facebook juga menghapus jutaan posting mengenai pelecehaan anak dan kasus bunuh diri.

Baca Juga :Facebook Hapus 3,2 Milliar Akun Palsu

Dikutip dari Reuters, jejaring sosial terbesar di dunia itu juga mengungkapkan untuk pertama kalinya berapa banyak postingan yang dihapusnya dari aplikasi berbagi foto Instagram, yang telah diidentifikasi sebagai area yang berkembang tentang berita palsu.

Deteksi terhadap konten yang melanggar lebih rendah di semua kategori di Instagram daripada di aplikasi utama Facebook, di mana perusahaan pada awalnya menerapkan banyak alat deteksi, kata perusahaan itu dalam laporan moderasi konten keempatnya.

Ini menghapus lebih dari 11,6 juta konten yang menggambarkan pornografi anak dan eksploitasi seksual anak-anak di Facebook dan 754.000 konten di Instagram selama kuartal ketiga.

Latest