Friday, October 18, 2019
Home News Feature Emma Sri Martini, Nahkoda Baru yang Akselerasikan Transformasi Telkomsel (Bagian 2)

Emma Sri Martini, Nahkoda Baru yang Akselerasikan Transformasi Telkomsel (Bagian 2)

-

Jakarta, Selular.ID – Menjadi direktur utama/CEO di perusahaan sebesar Telkomsel tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Tak semua eksekutif memiliki kesempatan untuk menahkodai operator terbesar di Indonesia itu.

Meski demikian, era disrupsi teknologi menjadi tantangan yang tak ringan. Gelombang disrupsi terutama didorong oleh pemanfaatan teknologi digital dan mobile, telah memunculkan peluang sekaligus kecemasan bagi organisasi bisnis, termasuk ancaman kebangkrutan.

Hal ini pula yang dirasakan oleh Emma Sri Martini. Wanita kelahiran Majalengka 22 Maret 1970 ini, menyadari bahwa Telkomsel tengah bertransformasi, dari telco company ke digital telco company.

Legacy services yang sebelumnya menjadi mesin pertumbuhan kini stagnan, bahkan memperlihatkan tren penurunan. Memberikan tantangan yang tak ringan bagi Telkomsel, meski anak perusahaan PT Telkom itu, sudah menjadi penguasa pasar sejak 1999.

Di sisi lain, kompetisi yang ketat sebagai dampak dari banyaknya operator yang beroperasi, menyebabkan revenue operator tak lagi mewah. Jika dekade lalu, pertumbuhan masih mencapai double digit, kini single digit saja sudah cukup baik.

Bahkan akibat tiga pukulan ganda, yakni maraknya perang tarif, registrasi kartu prabayar yang diterapkan pemerintah, serta semakin meningkatnya penggunaan layanan OTT (voice dan teks), tahun lalu industri selular tumbuh minus, sebesar -6,4%. Ini adalah negative growth pertama dalam sejarah industri telekomunikasi di Indonesia.

Alhasil, untuk bisa survive sekaligus memenangkan pertempuran, operator harus segera bertransformasi. Operator wajib memiliki fondasi bisnis yang kuat, yakni broadband services khususnya layanan data. Layanan ini dipastikan akan menjadi engine growth selanjutnya bagi operator.

Solusi IoT

Itu sebabnya, pasca didapuk sebagai masinis baru Telkomsel pada Mei lalu, Emma memang bergerak cepat. Wanita berhijab ini, tertantang untuk mengembalikan kinerja Telkomsel, seperti yang sudah dicapai pada tahun-tahun sebelumnya.

Tak perlu menunggu lama, Emma dengan cepat mengeksekusi berbagai program yang kental dengan inovasi digital. Beberapa diantaranya merupakan new business, sebagai bagian dari terobosan produk dan layanan, yang sejak beberapa tahun terakhir mulai dikembangkan oleh perusahaan.

Salah satunya adalah layanan IoT (Internet of Things) yang bersifat lintas industri. Solusi IoT Fleetsight yang dikembangkan oleh Telkomsel kini dipercaya oleh Pertamina Patra Niaga.

Dengan kemitraan ini, kendaraan operasional truk pengangkut BBM Pertamina akan mendapatkan beragam manfaat dari teknologi IoT yang dikembangkan oleh Telkomsel.

Seperti kemudahan dalam memonitor kendaraan, meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional, sekaligus menjaga keselamatan karyawan dalam bekerja.

Sebelumnya, solusi IoT Telkomsel juga telah diterapkan pada armada taksi milik BlueBird. Dalam kolaborasinya dengan Bluebird, Telkomsel menghadirkan IoT Control Center, solusi cloud-based yang aman dan terpercaya.

IoT Control Center mampu memberikan visibilitas dan keamanan aset perusahaan, menjaga kualitas layanan, memastikan kinerja perangkat selalu optimal, serta memprediksi biaya pengeluaran.

Perangkat IoT Bluebird didukung oleh jaringan 4G LTE Telkomsel, sebagai perangkat komputer multi-fungsi yang terpasang di semua tipe armada Bluebird.

Lengkap dengan beragam fitur seperti argo meter untuk taksi, pengiriman order penumpang, pelacakan posisi (GPS), komunikasi dengan penumpang dan operator pusat, termasuk pembayaran.

Menurut Emma, layanan IoT yang menyasar segmen korporasi menjadi target layanan ini karena efek berganda (multiplier) yang ditimbulkan bagi lingkungannya.

“Untuk itu Telkomsel menghadirkan solusi IoT dengan berbagai pilihan teknologi yang terbaik dengan ekosistem yang lebih lengkap. Hal ini akan membantu pelanggan menjalankan bisnisnya secara lebih efektif, efisien, dan mudah secara operasional, sehingga dapat mendorong produktivitas,” jelas Emma.

Ekosistem Digital

Selain menghadirkan solusi-solusi bisnis berbasis berbasis IoT, Emma juga concern dengan upaya mengakselerasi kemajuan ekosistem digital. Diantaranya adalah e-Sports yang semakin digemari oleh masyarakat Indonesia.

Dalam ajang IDByte Esports 2019 yang belum lama ini digelar di Tengerang Selatan (Banten), Emma menegaskan keseriusan Telkomsel mendukung penguatan ekosistem e-Sports di Indonesia yang telah dilakukan dalam beberapa tahun belakangan ini.

Terutama dengan berkembangnya akses teknologi serta semakin tingginya minat dan penetrasi masyarakat terhadap e-Sports.

Dukungan itu mulai dari menghadirkan layanan konektivitas berkualitas hingga ragam fitur dan solusi layanan bernilai tambah, seperti penyediaan akses payment gateway, Direct Carrier Billing (DCB). Fasilitas ini memberikan kemudahan pembelian aplikasi dan konten digital games menggunakan pulsa.

“Kini, upaya Telkomsel semakin diperkuat turut menjadi bagian dari jejaring pengembangan esports dengan turut menyediakan wadah ekosistem para penggiat esports melalui Dunia Games serta berpartisipasi mengembangkan konten e-Sports sebagai publisher,” papar Emma.

5G dan Enabler Industri

Emma mengatakan bahwa tumbuhnya pengguna data, sebagai imbas dari pembangunan jaringan 4G yang telah menjangkau 97% populasi, menunjukkan bahwa Telkomsel juga terus bertransformasi dari sisi jaringan.

Jaringan yang kuat dan menyebar di seluruh penjuru negeri, memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mencoba berbagai layanan Telkomsel, termasuk new business.

Dengan layanan new business yang digadang-gadang dapat menjadi mesin pertumbuhan baru, Telkomsel juga dapat bertindak sebagai enabler bagi industri lain.

Demi memperkuat posisi sebagai enabler tersebut, Emma memastikan bahwa Telkomsel siap berinvestasi dalam pengembangan teknologi selanjutnya, yakni 5G.

“Melalui teknologi 5G, Telkomsel akan menghadirkan berbagai revolusi industri yang akan memperkuat Indonesia dalam berbagai bidang”, ujar Emma.

Meski harus mengeluarkan investasi besar, Emma menilai operator di Indonesia sudah sangat siap dengan menggelar jaringan 5G. Karena hal tersebut merupakan keniscayaan, sebagai bentuk dari road map teknologi.

Meski demikian, implementasi 5G memerlukan dukungan dari pemerintah, terutama menyangkut ketersediaan spektrum frekwensi.

Menurut Emma, secara umum, kunci utama pertumbuhan Telkomsel adalah tetap fokus untuk melakukan perluasan dan peningkatan jaringan, bahkan hingga ke daerah pelosok.

Telkomsel juga mengutamakan dan menjaga kualitas produk serta layanan yang diberikan kepada pelanggan, termasuk juga memastikan ketersediaan produk.

Di sisi lain, pihaknya juga tetap menerapkan cost leadership sehingga dalam beroperasi, agar tetap produktif dan efektif.

Setiap tahun Telkomsel juga mengalokasikan sumber daya termasuk dana yang cukup besar untuk meningkatkan kualitas jaringan, khususnya pada layanan data.

Faktor lain yang tak kalah penting adalah transformasi sumber daya manusia (SDM). Menurut Emma, seperti halnya bisnis dan layanan, transformasi di bidang SDM dilakukan perusahaan demi menyesuaikan dengan iklim kompetisi , kemajuan teknologi dan kebutuhan konsumen.

“Program program transformasi di bidang SDM bertujuan untuk mengubah cara pikir (mindset), budaya kerja, meningkatkan level kompetensi, dan menumbuhkan semangat inovasi sesuai tantangan era digital”, pungkas Emma.

Salah satu mindset yang dibangun adalah adalah break free from business as usual. Pendekatan ini dilakukan untuk mengubah pola kerja dengan pendekatan baru, karena pola lama tak lagi sesuai dengan tantangan dan bisnis saat ini.

Program transformasi SDM yang diusung Telkomsel, selain untuk senior leader, juga menyasar kalangan milenial. Hal ini terbilang penting, mengingat sebanyak 67% karyawan Telkomsel berusia di bawah 40 tahun.

Dengan banyaknya kalangan kerja muda usia, maka leadership style dengan sendirinya juga harus berubah. Misalnya membangun organisasi dengan model kepemimpinan yang “tidak mengikat”, terus menjelajahi dan membuka potensi tim, membangun lingkungan kerja yang kolaboratif, memupuk budaya inovasi di tempat kerja, dan memberi mereka kesempatan untuk memimpin.

Dengan berbagai program transformasi yang konsisten dijalankan, Emma optimis Telkomsel dapat mengatasi tantangan ke depan, di era volatilitas, kompleksitas, ketidakpastian, dan ambiguitas (VUCA) yang saat ini melanda dunia bisnis di Indonesia.

Latest