Tuesday, September 17, 2019
Home News Market Update JP Morgan : Pengiriman Smartphone 5G Capai 200 Juta Unit Pada 2020

JP Morgan : Pengiriman Smartphone 5G Capai 200 Juta Unit Pada 2020

-

Jakarta, Selular.ID – JP Morgan telah meningkatkan pandangannya tentang prospek populasi smartphone 5G di pasar global. Dalam laporan terbaru yang dipublikasikan pekan ini, lembaga riset terkemuka itu menyebutkan bahwa, pengiriman ponsel pintar 5G bisa mencapai 200 juta unit pada 2020.

Proyeksi itu terbilang naik signifikan, mengingat pada laporan sebelumnya, JP Morgan hanya mematok angka 80 juta unit. Lembaga riset asal AS itu, meyakini langkah agresif sejumlah negara terutama China, membuat peta pasar berubah cepat, Hal itu mengubah prediksi sebelumnya yang cenderung konservatif.

Dengan momentum yang telah tercipta, JP Morgan meyakini bahwa pengiriman smartphone 5G akan menyentuh 450 juta unit pada 2021.

Laporan tersebut menyebutkan bidang-bidang utama sebagai pembentuk ekosistem, telah mendorong percepatan adopsi 5G di China.

Seperti yang ditunjukkan oleh operator telekomunikasi, vendor peralatan dan rantai pasokan handset dalam beberapa minggu terakhir.

Indikator lain menunjukkan, sejumlah vendor besar telah mempersiapkan handset 5G yang akan diluncurkan pada September mendatang, seperti yang diumumkan oleh Samsung dan Huawei.

Hal itu memaksa Apple untuk mempercepat rencana peluncuran smartphone 5G miliknya. Rakasasa asal Cupertino itu, kemungkinan akan membenamkan teknologi 5G untuk tiga iPhone baru yang diprediksi meluncur ke pasar pada paruh kedua 2020.

Sesuai laporan, China kemungkinan akan menjadi pasar utama untuk smartphone 5G, terhitung sekitar 50% dari keseluruhan pengiriman pada 2020.

Dengan peningkatan dalam berbagai aktivitas produksi dan pemasaran, JP Morgan juga telah meningkatkan perkiraan ponsel cerdas di pasar global. Sepanjang 2020 dan 2021, pengiriman unit smartphone 5G diperkirakan tumbuh masing-masing sebesar 3% dan 2%.

JP Morgan secara khusus mengulas China, sebagai negara dengan potensi pasar 5G terbesar di dunia. Dalam kajiannya, operator telekomunikasi khususnya China Mobile, terus berupaya memperluas cakupan layanan 5G ke berbagai kota-kota utama.

China Mobile berupaya membangun sekitar 600.000 hingga 800.000 BTS 5G pada 2020. Naik signifikan dari jumlah 130.000 BTS pada akhir 2019.

Begitupun dengan Huawei. Vendor jaringan itu, menunjukkan peningkatan 5G yang kuat untuk stasiun pangkalan dan komponen smartphone ke rantai pasokannya, kata laporan itu.

Sementara keseluruhan prospek 5G menjadi sangat konstruktif, JP Morgan mengatakan bahwa ada dua risiko utama yang harus diwaspadai.

β€œPertama, banyak infrastruktur 5G (terutama di China) masih harus dibangun. Setiap keterlambatan dalam membangun stasiun induk 5G (karena meningkatnya perang dagang karena larangan Huawei atau capex operator yang lebih lambat) dapat mengakibatkan penurunan unit smartphone. ”

JP Morgan memperkirakan permintaan smartphone 4G mulai berkurang pada paruh kedua 2019, karena konsumen dan OEM menunggu handset 5G pada 2020, yang dapat memengaruhi unit smartphone pada periode tersebut.

Laporan lebih lanjut mengatakan bahwa pengiriman smartphone 5G diperkirakan akan meningkat di AS lebih cepat dari ekspektasi investor saat ini, termasuk 41 juta unit pada 2020 diikuti oleh peningkatan yang kuat menjadi 75 juta unit pada 2021.

β€œSementara kami melihat adopsi 5G Apple pada 2020 sebagai pendorong utama pertumbuhan, prakiraan kami juga bergantung pada permintaan terakhir siklus 4G, dan peluncuran 5G oleh operator utama AS yang meningkatkan kinerja menengah, spektrum pita dan menawarkan subsidi untuk memastikan keterjangkauan smartphone 5G premium yang lebih baik, ” pungkas laporan JP Morgan.

Latest