Sunday, July 21, 2019
Home News Telco Opensignal Ungkap Pengalaman Pengguna Menikmati Layanan 4G

Opensignal Ungkap Pengalaman Pengguna Menikmati Layanan 4G

-

Jakarta, Selular.ID – Perusahan analitik mobile Opensignal menerbitkan laporan terbaru State of Mobile Networks untuk wilayah Indonesia. Laporan ini menganalisis pengalaman pengguna mobile 3G dan 4G dari lima operator nasional, yaitu 3 (Tri), Indosat, Smartfren, Telkomsel dan XL, di 16 kota.

Pengalaman penggunaan yang disebutkan dalam laporan tersebut terkait pengalaman dalam menikmati layanan video, kecepatan pengunduhan dan pengunggahan serta latency.

Pengalaman Video

Menurut laporan tersebut, engalaman Video seluler konsumen di Indonesia masih perlu ditingkatkan karena tidak satu pun dari kelima operator yang mampu mencapai peringkat lebih tinggi dari Cukup (40-55 dalam skala Pengalaman Video 100 poin kami).

Telkomsel memimpin kelompok ini dengan skor 54,3, diikuti oleh XL dan 3 masing-masing dengan 46,5 dan 42 poin. Sementara itu, Indosat dan Smartfren mendapatkan peringkat Buruk (0-40) dengan skor masing-masing 34,7 dan 34,4 poin, yang secara umum menunjukkan waktu muat yang sangat lama dan tingkat kegagalan yang tinggi baik di resolusi rendah maupun tinggi.

Dalam laporan Kondisi Video Seluler terbaru Opensignal yang memeringkat 69 negara terkait skor Pengalaman Video mereka, Indonesia berada di posisi 10 negara terbawah, dan kami melihat skor rendah yang sama dalam hasil operator secara individu.

Untuk pengalaman Video menurut jenis koneksi dan melihat koneksi 4G saja, pengalaman Video lebih baik untuk semua operator di Indonesia. Bahkan, skor 4G Telkomsel menaikkannya ke peringkat Sangat Baik, sementara XL mendapatkan peringkat Baik ketika kami hanya menilai sesi video 4G saja.

Pengalaman Kecepatan Pengunduhan

Telkomsel menjadi pemenang yang tak terbantahkan untuk penghargaan Pengalaman Kecepatan Pengunduhan kami di Indonesia, meskipun Opensignal mencatatkan perubahan yang sangat kecil dalam kecepatan pengunduhan rata-rata dibandingkan laporan sebelumnya pada bulan Desember 2018.

Sementara itu, kecepatan semua pesaingnya naik setidaknya 1 Mbps. XL berada di urutan kedua dengan kecepatan pengalaman pengguna hanya 2,4 Mbps lebih lambat dari Telkomsel, sementara skor Pengalaman Kecepatan Pengunduhan 3 yaitu 5,2 Mbps berada di belakang Telkomsel dengan selisih lebih dari 4 Mbps. Kecepatan yang dialami pengguna Smartfren dan Indosat kurang dari separuh dari Telkomsel.

Sementara 3, Smartfren, dan Indosat mungkin berada jauh di belakang Telkomsel dalam Pengalaman Kecepatan Pengunduhan, XL memiliki peluang terbesar untuk mengejar sang pemimpin dalam metrik ini. Skor Pengalaman Kecepatan Pengunduhan XL naik sebesar 18% dalam enam bulan, sementara skor Telkomsel tetap sama.

XL masih perlu mencakup wilayah lebih luas jika ingin menantang Telkomsel untuk merebut mahkota kecepatan pengunduhan, namun XL mengurangi jarak ini dengan cepat. Opensignal juga masih melihat penurunan kecepatan pengunduhan Smartfren: Pengalaman Kecepatan Pengunduhannya merosot ke 4,5 Mbps, turun 1,8 Mbps dalam enam bulan terakhir — suatu penurunan yang mencolok karena operator ini pernah memenangkan kategori Pengalaman Kecepatan Pengunduhan dalam laporan Juni 2018.

Memperhatikan perincian Kecepatan Pengunduhan 4G, operator-operator Indonesia hampir mengulangi peringkat Pengalaman Kecepatan Pengunduhan mereka, kecuali Smartfren sebagai operator jaringan hanya-4G. Jika dibandingkan dengan laporan Indonesia  sebelumnya yang dipublikasikan enam bulan lalu, sebenarnya Kecepatan Pengunduhan 4G Telkomsel turun sebesar 1,6 Mbps menjadi 12,8 Mbps.

Namun, operator raksasa Indonesia ini tidak kalah dalam kategori Pengalaman Kecepatan Pengunduhan kami karena Ketersediaan 4Gnya yang ditingkatkan membuat perbedaan, artinya lebih banyak pengguna yang terhubung ke jaringan 4G yang lebih cepat secara lebih sering.

Pengalaman Kecepatan Pengunggahan

Telkomsel memenangkan penghargaan Pengalaman Kecepatan Pengunggahan Opensignal dengan penggunanya yang mendapatkan kecepatan unggah keseluruhan rata-rata sebesar 3,7 Mbps, meskipun operator ini bersaing ketat dengan rivalnya, XL, yang mencatatkan skor sedikit lebih rendah yaitu 3,4 Mbps, diikuti oleh 3 dengan skor 3,1 Mbps.

Menilik Kecepatan Pengunggahan 4G secara individu, skor Telkomsel sebesar 5,4 Mbps merupakan penurunan lebih dari 1 Mbps dalam enam bulan terakhir.

Di sisi lain, Indosat, Smartfren, dan XL mencatatkan kenaikan dalam Kecepatan Pengunggahan 4G mereka minimal sebesar 0,5 Mbps pada periode waktu yang sama, dan sekarang kami melihat XL dan 3 semakin mengejar Telkomsel, bukan hanya dalam Kecepatan Pengunggahan 4G, namun juga dalam Pengalaman Pengunggahan Keseluruhan.

Jika tren saat ini berlanjut, kita mungkin bisa melihat pemenang baru dalam kategori ini di laporan kami berikutnya.

Pengalaman Latency

Pengalaman Latency juga diraih oleh Telkomsel. Waktu respons jaringan keseluruhannya yaitu 52,1 milidetik adalah waktu terbaik yang dialami pengguna di Indonesia. Opensignl melihat kesenjangan yang cukup jauh antara skor terbaik dengan operator lainnya.

Sementara 3 berada di urutan kedua dalam kategori ini dengan skor 63,1md. Latency tertinggi (81,6md) berada di jaringan Indosat.

Latency adalah metrik yang sering kali diabaikan karena manfaat dari koneksi latency rendah tidak begitu kentara dibandingkan kecepatan atau ketersediaan yang luas. Namun latency memengaruhi pengalaman seluler pelanggan dalam banyak hal secara tidak begitu kentara.

Latency lebih rendah berarti berkurangnya lag (kelambatan) dalam panggilan online atau sesi chat; oleh karena itu, Pengalaman Latency yang lebih baik akan menghasilkan pengalaman pelanggan seluler yang disempurnakan dalam berbagai layanan paling populer di ponsel pintar dewasa ini.

Latest