Saturday, August 24, 2019
Home News Market Update Huawei Salip Samsung di Pasar Tablet

Huawei Salip Samsung di Pasar Tablet

-

Jakarta, Selular.ID – Apple merilis iPad mini baru dan iPad Air menjelang akhir kuartal pertama tahun ini, yang mendorong penjualan tablet di pasar global, menurut perkiraan Digitimes Research. Sebanyak 37,15 juta tablet dilaporkan terjual di seluruh dunia antara Januari dan Maret 2019, di mana Apple mendapat bagian terbesar.

Sayangnya Digitimes tidak memaparkan pangsa pasar Top 5 vendor, namun Apple dikatakan telah “mempertahankan” posisi nomor satu, di depan Huawei dan Samsung.

Keluarga iPad menyumbang 25,8 persen dari semua penjualan tablet dunia pada tahun 2018, menurut laporan Strategy Analytics beberapa bulan yang lalu. Dan sepertinya potongan kue Apple mungkin lebih besar lagi selama tiga bulan pertama tahun ini.

Bagaimanapun, peluncuran iPad mini dan iPad Air (2019) disorot sebagai salah satu alasan utama mengapa pasar melonjak dibandingkan dengan Q1 2018 (naik 13,8%).

Penggerak pertumbuhan besar lainnya adalah jajaran MediaPad Huawei, meskipun pengiriman tablet global menyusut dibandingkan Q4 tahun lalu sebanyak 12,9%.

Berita buruknya, penurunan tahun-ke-tahun dan kuartal-ke-kuartal mungkin akan lebih curam lagi pada Q2 2019, karena tidak ada iPad baru di cakrawala.

Tentu saja, Apple bukan satu-satunya bintang pada kuartal pembukaan tahun ini, karena Huawei melonjak dari peringkat keempat dalam pengiriman selama Q4 2018 ke posisi medali perak.

Tidak diketahui apakah raksasa China bisa “mempertahankan kinerja pengiriman yang kuat di tengah perlambatan penjualan tablet global”, jelas perusahaan memiliki satu kuartal jaya di Q1, mempersempit gap ke posisi terdepan dalam industri smartphone dan menyalip Samsung di pasar tablet.

Yang juga patut diperhatikan adalah kemajuan Microsoft dari peringkat keenam ke lima, di depan Lenovo. Jajaran tablet Surface diharapkan bisa mempertahankan kinerjanya pada kuartal kedua.

Amazon kemungkinan adalah vendor tablet nomor empat dunia, menderita “penurunan pengiriman yang tajam” pada Q1 dan penjualan diproyeksi “loyo” sampai akhir Q2 2019.

Latest