spot_img
BerandaNewsEric Schmidt Memilih Mundur Dari Alphabet, Induk Usaha Google

Eric Schmidt Memilih Mundur Dari Alphabet, Induk Usaha Google

-

Jakarta, Selular.ID – Alphabet mengumumkan mantan CEO Google Eric Schmidt akan meninggalkan dewan direksi pada bulan depan. Pengunduran diri Schmidt, dilakukan ditengah polemik yang mengemuka, dimana karyawan dan pemegang saham mempertanyakan pengawasan anggota mengenai beragam masalah, termasuk kasus pelanggaran seksual yang menyita perhatian publik AS sejak 2018.

“Setelah lebih dari 18 tahun di dewan, Eric Schmidt tidak mencari pemilihan ulang pada saat berakhirnya masa jabatannya saat ini pada 19 Juni 2019,” kata Google dalam statmement resmi, meskipun ia akan terus sebagai penasihat teknis untuk Alphabet.

Schmidt menjabat sebagai anggota dewan sejak Maret 2001 dan memimpin Google sejak saat itu hingga 2011, ketika Larry Page mengambil alih kepemimpinan. Schmidt juga ketua eksekutif Google dari 2011 hingga 2018.

Sebagai bagian dari perombakan, Diane Greene, yang menjabat sebagai anggota dewan sejak Januari 2012, tidak akan mengusahakan pemilihan ulang. Greene menjabat sebagai CEO Google Cloud dari 2015 hingga 2019.

Sementara itu Robin Washington terpilih sebagai anggota dewan untuk bertugas di Komite Pengembangan dan Kompensasi Kepemimpinan Alphabet. Robin adalah wakil presiden eksekutif dan CFO dari Gilead Sciences, sebuah perusahaan biofarmasi.

Dalam beberapa bulan terakhir, karyawan Google telah mendesak perusahaan untuk melakukan perubahan tata kelola menyusul kesalahan penanganan dugaan pelanggaran seksual dan kekhawatiran staf lainnya.

Diketahui, kasus-kasus tersebut telah menyebabkan tuntutan hukum pemegang saham terhadap dewan dan eksekutif Google.

Baca juga :  Rendahnya Literasi Pengaruhi Pemanfaatan Ekonomi Digital Indonesia

Pada Februari lalu, Google telah membayar total US$ 105 juta kepada Andy Rubin dan Amit Singhal. Kedua eksekutif itu, dituduh melakukan pelecehan seksual di perusahaan tersebut, The Wall Street Journal pertama kali melaporkan.

Ini mengukuhkan laporan The New York Times bahwa Google membayar $ 90 juta kepada Rubin dan mengungkapkan bahwa Google juga membayar $ 15 juta kepada Singhal, yang meninggalkan Uber setelah terungkap bahwa ia tidak mengungkapkan tuduhan pelecehan seksual.

Baca juga :  Krisis Komponen Mulai Menyengat Pasar Smartphone India dan Indonesia

Gugatan, diajukan oleh pemegang saham James Martin. Akibat gugatan itu, dewan direksi menyetujui paket pengunduran diri senilai $ 90 juta untuk Rubin “sebagai hadiah selamat tinggal kepadanya. Tentu saja, tidak disebutkan tentang alasan sebenarnya untuk ‘pengunduran diri’ Rubin – akibat pelecehan seksualnya yang mengerikan saat berada di Google. “

spot_img

Artikel Terbaru