Friday, July 19, 2019
Home News Feature Mencermati Langkah Apple Mempercepat Produksi iPhone 7 di India

Mencermati Langkah Apple Mempercepat Produksi iPhone 7 di India

-

Jakarta, Selular.ID – Apple telah mulai memproduksi model iPhone 7 di India, selain iPhone SE dan iPhone 6s, sehingga memperluas portofolio ‘Made in India’. Langkah itu sekaligus mempertegas misi Apple mengembangkan India sebagai salah satu pusat manufaktur global.

“Kami bangga memproduksi iPhone 7 di Bengaluru untuk pelanggan lokal, melanjutkan komitmen jangka panjang kami di India,” demikian pernyataan resmi Apple kepada Economic Times (2/4/2019).

Vendor asal Taiwan Wistron, yang membuat iPhone SE dan model 6s dari pabriknya di pinggiran Bengaluru, telah ditugaskan membuat perangkat iPhone 7 di India sejak awal Maret lalu.

Analis mengatakan, bahwa langkah Apple memproduksi lebih banyak line up di India, dapat berdampak pada penurunan harga.

Namun untuk iPhone 7, Apple tampaknya tidak terburu-buru untuk memangkas harga. Raksasa asal Cupertino, California, diperkirakan lebih memilih menginvestasikan margin yang dibuat dari perangkat ini ke penjualan dan strategi pemasaran yang lebih agresif.

Biaya pembuatan perangkat iPhone 7 di India lebih murah daripada mengimpornya, berkat insentif yang diberikan agar industri handset berkembang di India. Suatu langkah yang bertujuan untuk meningkatkan inisiatif pemerintah PM Narendra Modi, yang dikenal sebagai “Make in India”.

Langkah terbaru Apple datang setelah Wistron baru-baru ini menerima persetujuan pemerintah untuk proposal bernilai Rs5.000-crore, guna memperluas kapasitas produksi Apple untuk segmen premium di India.

“IPhone 7 adalah jenis produk dengan risiko rendah untuk dibuat oleh Apple dari India. Sejauh ini, produksi lokal iPhone 7, bertujuan memvalidasi ulang kemampuan manufaktur India sebelum mereka meningkatkan ke model lain, ”kata Navkender Singh, Direktur Riset IDC India.

Navkender menambahkan, Apple akan menghasilkan lebih banyak uang pada titik harga yang sama, karena margin yang lebih tinggi sekarang.

“Apple akan menggunakan dana di saluran mereka, untuk tujuan pengembangan pasar yang paling mungkin, tanpa harus melakukan pemotongan harga” katanya.

Ekspansi ke India, sesungguhnya dilakukan saat kinerja Apple terlihat melemah pada 2018, yang merupakan penurunan pertama sejak 2014. Namun sejauh ini, Apple telah memperbaiki tim manajemen dan strategi penjualan di India.

Para analis mengatakan jelas bahwa perusahaan berencana untuk memperlakukan India lebih sebagai pusat manufaktur sekaligus pasar ekspor.

IDC menilai, keputusan Apple mempercepat produksi iPhone 7, dipicu oleh agresifitas vendor-vendor China dan tekanan geopolitik AS. Bukan semata bertujuan untuk meningkatkan penjualan produk.

Kinerja Apple di India selama ini di India memang belum menggembirakan. Tingginya harga perangkat Apple dan persaingan dengan para vendor China yang menawarkan fitur-fitur canggih dan harga yang jauh lebih rendah, membuat pangsa pasar Apple di India merosot menjadi sekitar 1,2% pada 2018, dari 2,4% pada 2017.

Singh mengatakan bahwa pembuatan iPhone 7 secara lokal tidak akan meningkatkan volume penjualan Apple di India pada 2019.

Penjualan iPhone diperikan masih akan lamban. Namun, bertambahnya line up iPhone akan menguji konsistensi Apple di segmen manufaktur untuk ponsel Apple kelas atas.

Laporan sebelumnya menyebutkan, Apple berencana untuk menghapus iPhone 6 dan 6s dari pasar India. Jika itu terjadi, berarti bahwa iPhone 7 kelak akan menjadi model entry level untuk India, imbuh Navkender.

Berbicara tentang India sebagai pasar untuk Apple secara keseluruhan, Navkender mengatakan bahwa sementara segmen perangkat tetap sulit dipecahkan untuk Apple. Banyak pihak menunggu langkah Apple untuk meluncurkan layanan konten demi membuka pasar baru.

“Kami pikir Apple akan membutuhkan waktu untuk meluncurkan layanan streaming video di India. Itu bisa dengan mudah setahun sebelum kita melihat konten video Apple hadir untuk masyarakat India ”.

Beberapa waktu lalu, Apple telah meluncurkan layanan berlangganan televisi dan film, kartu kredit, dan permainan video digital. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan posisi sebagai perusahaan hiburan dan jasa keuangan, selain produsen smartphone.

Konten dan Aplikasi

Meski pangsa pasarnya belum menggembirakan, keputusan Apple untuk mulai memproduksi varian iPhone 7 di India, sejatinya tak bisa dilepaskan dari anjloknya kinerja mereka di pasar utama, yakni China.

Seperti diketahui, Apple harus rela penjualannya di China selama periode akhir tahun lalu anjlok cukup signifikan. Ini dipandang menandai hilangnya momentum Apple, sejalan dengan perlambatan ekonomi di negara tersebut.

Meski demikian, CEO Apple Tim Cook tetap memandang China sebagai bagian penting penjualan Apple dan strategi manufakturnya. Apple mencatatkan pendapatan sebesar hampir 52 miliar dollar AS di China dan Hong Kong pada tahun fiskal lalu.

Namun demikian, sejalan dengan perlambatan ekonomi yang dialami China, Apple melaporkan penjualan di negara tersebut anjlok 27% pada kuartal keempat 2018. Ini mencerminkan hilangnya pendapatan Apple sebesar hampir 5 miliar dollar AS.

“Kondisi makro ekonomi yang lemah di sejumlah negara berkembang secara signifikan lebih parah dari yang awalnya kami perkirakan, khususnya di China,” kata Cook seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (30/1/2019).

Tidak hanya karena kondisi perekonomian yang tak menguntungkan, merosotnya penjualan Apple di China juga disebabkan bergesernya preferensi konsumen.

Saat ini, semakin banyak konsumen China yang berpaling dari produk ponsel Apple yang cenderung mahal ke produk ponsel domestik yang harganya lebih murah, seperti Huawei, Oppo, Vivo dan Xiaomi.

Di samping permintaan yang terus menurun, langkah Apple menjadikan India sebagai basis produksi, tak lepas dari berbagai hambatan yang diterima Apple karena pemerintah China terus memperketat kontrol melalui internet.

Selain regulasi internet yang tak segalak China, Apple tak bisa menafikan India yang disebut-sebut menjadi kawasan dengan potensi pertumbuhan terbesar di kawasan Asia Pasifik. India dengan jumlah populasi terbesar kedua di dunia, adalah pasar masa kini sekaligus pasar masa depan.

GSM Association memprediksi jumlah pengguna komunikasi lewat perangkat mobile di Asia Pasifik akan meningkat hingga 3,1 miliar unit pada tahun 2020.

India disebut akan menjadi kunci pertumbuhan layanan mobile di kawasan tersebut. Negeri Bollywood itu, diprediksi akan menjadi salah satu dari empat negara dengan pasar terbesar dalam hal pengguna terbanyak.

Tiga negara lain dengan pasar mobile terbesar adalah China, Indonesia dan Jepang. Jumlah pengguna dari empat negara itu sudah mencakup lebih dari tiga perempat dari total pengguna di kawasan Asia Pasifik.

Prediksi GSM Association memang bukan isapan jempol. Menurut laporan IDC, pasar smartphone di India terus melonjak dengan pertumbuhan dua digit.

Tahun lalu tak kurang 142,3 juta unit smartphone terserap di negeri Sharukh Khan itu. Terkerek hingga 14,5% dibanding tahun sebelumnya, sebesar 124,3 juta unit.

Meledaknya penjualan smartphone di India, berbanding terbalik dengan China yang terus menurun sepanjang dua tahun terakhir. Tahun lalu, total penjualan ponsel cerdas di pasar terbesar di dunia itu hanya berjumlah 396 juta unit.

Anjlok sebesar 14% dari 2017. Itu adalah pencapaian terendah sejak 2013, menurut laporan perusahaan riset Canalys.

Kehadiran 5G di India yang diprediksi akan hadir pada 2020 mendatang, dipastikan akan membuat pasar semakin dinamis.

Menurut laporan perusahaan riset pasar teknologi CyberMedia Research (CMR), pengiriman smartphone 5G di negeri itu diprediksi akan melebihi 140 juta unit pada tahun 2025. Pertumbuhan sebesar 250 persen.

Menariknya, tak hanya dari sisi perangkat, potensi pasar India juga datang dari aplikasi. Diketahui, India menjadi negara nomor satu dengan pengguna smartphone yang banyak dalam menginstal aplikasi. Negara lain yang mengikuti adalah Brasil, Cina, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Doyannya masyarakat India dalam mengakses aplikasi, merupakan potensi yang sangat penting bagi Apple. Seperti diketahui, lewat Apps Store, Apple Music dan Apple Pay, Apple menjadikan aplikasi, musik dan pembayaran online sebagai sumber revenue yang tak terbatas.

Inilah yang membuat Apple optimis, suatu saat nanti, India akan menjadi tambang uang berikutnya, setelah China tak lagi menjadi lumbung utama perusahaan.

Latest