Wednesday, September 18, 2019
Home News Security Waspada Laptop Asus Dibajak, Peretas Serang Melalui Update Software

Waspada Laptop Asus Dibajak, Peretas Serang Melalui Update Software

-

Jakarta, Selular.ID – Laptop Asus dikabarkan dibajak peretas melalui update software.

Seperti dilaporkan fireeye, serangan terhadap server Asus Live Update menggunakan metode Advanced Persistent Threat (APT), yaitu sebuah serangan siber skala nasional yang dilakukan oleh kelompok tertentu dan biasanya ditujukan kepada negara tertentu dengan target organisasi atau entitas internasional, bukan konsumen langsung.

Kabarnya, serangan APT pada server Live Update membuat sejumlah kecil perangkat terinfeksi oleh aplikasi berbahaya yang diketahui menargetkan serangan pada pihak tertentu.

Live Update, sendiri adalah aplikasi khusus yang terdapat di setiap laptop Asus yang berfungsi untuk memastikan pengguna mendapatkan driver dan firmware versi terbaru dari Asus.

Pihak Asus pun dikabarkan tidak tinggal diam. Pihak Customer Service Asus telah mengambil tindakan terhadap masalah ini, serta menawarkan bantuan kepada setiap konsumen yang terinfeksi.

Asus juga telah merilis update untuk aplikasi Asus Live Update (ver. 3.6.8) yang kini telah dilengkapi dengan sistem verifikasi, enkripsi, dan keamanan yang lebih baik.

Update ini memastikan tidak ada lagi aplikasi berbahaya yang bisa disusupkan ke perangkat konsumen. Selain itu, Asus juga meningkatkan sistem keamanan pada arsitektur software server-to-end-user untuk mencegah serangan serupa.

Asus pun telah menyediakan aplikasi khusus untuk memeriksa perangkat secara online, sehingga pengguna bisa mengetahui apakah perangkatnya terinfeksi oleh aplikasi berbahaya atau tidak.

Untuk memastikan apakah pengguna laptop Asus yang digunakan disusupi malware atau aplikasi berbahaya. Asus sangat menyarankan setiap pengguna untuk memeriksa perangkatnya dengan cara mengunduh aplikasi tersebut melalui URL berikut ini: https://dlcdnets.asus.com/pub/ASUS/nb/Apps_for_Win10/ASUSDiagnosticTool/ASDT_v1.0.1.0.zip

Pengguna yang merasa terinfeksi oleh aplikasi berbahaya dari aksi peretasan ini dapat menghubungi Customer Service Asus terdekat.

Diketahui, para peretas melakukan aksi jahatnya dengan cara mengirim program backdoor ke laptop pengguna, melalui software update yang dikirim oleh Asus.

Kabarnya, peretas dapat mengirim malware ini setelah membajak sistem update software perusahaan.

Serangan ini terjadi antara Juni dan November tahun 2018 lalu. Malware yang masuk ke dalam perangkat dapat menciptakan “pintu belakang” yang memungkinkan peretas mendapat akses penuh ke laptop yang telah terinfeksi.

Para peneliti memperkirakan setidaknya ada setengah juta laptop Asus dengan sistem operasi Windows yang telah terinfeksi malware tersebut, meski baru sekitar 600-an laptop yang menjadi target peretasan.

Latest