Sunday, August 25, 2019
Home News FinTech Analis: Pembentukan LinkAja Sangat Tepat

Analis: Pembentukan LinkAja Sangat Tepat

-

Jakarta, Selular. ID – Penggabungan layanan keuangan berbasis elektronik milik perusahaan dibawah Kementrian BUMN menjadi LinkAja dinilai merupakan langkah yang sangat tepat.

Hal tersebut disampaikan oleh Kartika Sutandi, CFA Director of institutional Equity Sales CGS-CIMB Securities. Menurutnya sudah seharusnya pemerintah hanya memiliki satu perusahaan keuangan berbasis elektronika.

Kartika mencontohkan seperti di Hongkong, dimana pemerintahnya hanya mengeluarkan satu kartu saja yaitu yaitu Octopus Card untuk melayani masyarakat dan turis yang hendak menggunakan  public transport, berbelanja makanan, membeli tiket hiburan bahkan berbelanja. Di Singapura pemerintahnya juga memiliki satu kartu yaitu EZ-Link Card.

“Sudah saatnya pemerintah memilki universal payment system seperti LinkAja. Di negara lain Octopus dan Ez Card sudah ada sejak lama sekali dan di negara tersebut hanya ada satu,”terang Kartika.

Lebih lanjut dikatakan Kartika, universal payment system lebih bagus kalau di keluarkan oleh pemerintah karena banyak data yang bisa di dapatkan dari penggunaan universal payment system ini dan sudah seharusnya pemerintah memiliki data tersebut.

“Dengan memiliki satu perusahaan layanan keuangan berbasis digital, pemerintah dapat memiliki data keuangan serta behavior masyarakat dan turis yang datang,” imbuhnya.

Selain itu dengan satu kartu yang dikeluarkan oleh pemerintah, menurut Kartika akan terjadi efisiensi karena perusahaan BUMN tak perlu keluarkan CAPEX yang besar dan tidak perlu saling ‘membakar’ uang.

Rencana LinkAja untuk masuk melayani pengguna jalan tol, transportasi publik milik negara, pembayaran BPJS dan SPBU Pertamina dinilai sudah sangat tepat.

“Jika penyedia layanan keuangan berbasis elektronik lainnya harus membakar uang untuk mendapatkan pengguna, LinkAja tidak perlu. Cukup dengan menjadi penyedia pembayaran di jalan tol, transportasi publik milik negara, BPJS dan SPBU Pertamina sudah sangat cukup. Masyarakat pasti akan menggunakan LinkAja. Pemerintah bisa membuat use case lebih mudah tanpa harus jor joran membakar duit,”papar Kartika.

Manfaat lainnya dari kahadiran LinkAja menurut Kartika adalah dapat dijadikan salah satu alat bagi pemerintah untuk menyalurkan dana bantuan baik itu bantuan langsung tunai maupun subsidi BBM.

Dengan menggunakan layanan LinkAja, pemerintah dapat membuat masyarakat yang tergolong unbanked menjadi banked.

Sehingga kehadiran LinkAja bisa dipergunakan pemerintah untuk mengawasi penggunaan bantuan yang selama ini dikeluarkan pemerintah melalui dana APBN.

Diharapkan dengan adanya LinkAja, kebocoran anggaran subsidi dapat diminimalkan. Selain itu dengan adanya LinkAja pemerintah bisa membuat kebijakkan subsidi yang tepat bagi warga negaranya.

Saat ini LinkAja memiliki berbagai fitur seperti bayar merchant, beli pulsa atau data, bayar beli di HP, belanja online dan berbagai uang. Nantinya LinkAja juga bisa dipergunakan untuk melakukan pembayaran di jalan tol, MRT, LRT, SPBU Pertamina, BPJS, pembayaran PDAM serta mikro insurance.

Sehingga integrasi beragam layanan dari sisi teknologi dan perbankan akan semakin terwujud, akses masyarakat untuk menikmati fasilitas layanan unbanked juga akan semakin mudah, dengan dukungan kekuatan jaringan layanan telekomunikasi yang sudah terbukti kemampuannya dari keunggulan layanan TCash sebelumnya.

Latest