Jakarta, Selular.ID – Pecinta kuliner di Indonesia sekarang punya pilihan aplikasi baru. Bernama Eatigo, sebuah platform reservasi restoran kini sudah bisa diunduh dari Google Play Store atau App Store.

Sebagai aplikasi kuliner pendatang baru, Eatigo menawarkan diskon berbasis waktu (time-based) hingga 50% setiap hari di seluruh restoran yang berpartisipasi melalui aplikasi dan website.

Dengan begitu, Eatigo membantu restoran yang menghadapi masalah kursi kosong di jam-jam lengang (off-peak) dan menghubungkannya dengan para pecinta kuliner yang lapar.

Pada peluncuran resmi Eatigo Selasa (22/1/2019) di Jakarta, co-founder & Group Chief Executive Officer eatigo Michael Cluzel menyampaikan, Indonesia memiliki pasar potensial dan tingkat pertumbuhan industri kuliner yang pesat.

“Namun, masih banyak restoran yang menghadapi problem kursi kosong, utamanya di jam-jam off-peak. Nah, Eatigo hadir untuk memaksimalkan potensi yang terlewat dengan menawarkan diskon,” ujar Michael Cluzel. 

Cara kerja Eatigo adalah memanfaatkan manajemen hasil (yield management) melalui diskon berbasis waktu. Eatigo membantu restoran mengubah permintaan dan membentuk traffic pengunjung dengan cara memaksimalkan kapasitas dan meningkatkan profitabilitas mereka.

Sejak mulai live pada pertengahan Desember 2018 lalu, Eatigo sudah bekerjasama dengan lebih dari 250 restoran di Jabodetabek, seperti: Shabu Jin, FONZU, Ritz Carlton, Korbeq dan Seorae.

Eatigo mengklaim restoran yang menjadi partner Eatigo merasakan kenaikan jumlah pengunjung 30-50 persen.

Kursi-kursi kosong di restoran merchants eatigo dapat dipesan tanpa syarat yang menyulitkan seperti pembayaran di muka ataupun penggunaan kartu kredit.

Untuk pemesanan kursi melalui Eatigo, tidak dipungut biaya. Jadi bayarnya langsung setelah datang dan makan direstoran yang dipesan. Setelah pesan lewat Eatigo nanti dapat email berisi kode reservasi, kode itu nanti ditunjukkan ke restorannya.

Saat ini Eatigo telah beroperasi di Hong Kong, Singapura, Thailand, Malaysia, India, Filipina, dan Indonesia. Ke depannya, perusahaan akan melebarkan sayap ke lebih banyak negara.