Jakarta,Selular.ID – Google mulai mengambil tindakan serius terhadap situs-situs web yang tidak menggunakan enkripsi sebagai pengaman. Disebutkan, Google Chrome akan menggulirkan versi terbaru dari penerus versi Chrome 69. Versi terbaru Google Chrome, 70, diharapkan akan dirilis pada 16 Oktober dan akan memberikan peringatan ke situs web yang diyakini oleh browser tidak aman.

BACA JUGA:
Permudah Mencari Tautan, Google Hadirkan Fitur Your Related Activity

Sebelumnya pada Mei, perusahaan teknologi menguraikan rencananya untuk menandai situs web HTTP sebagai tidak aman. Keputusan adalah bagian dari inisiatif Google untuk memindahkan situs ke format HTTPS.

Chrome 70 akan lebih membedakan antara HTTPS dan HTTP dengan memberi label yang terakhir sebagai “tidak aman” di samping URL halaman. Padahal Versi Chrome saat ini, 69, sudah menandai halaman web menggunakan format HTTPS dengan kunci untuk menunjukkan bahwa mereka dipercaya.

BACA JUGA:
Youtube Tidak Lagi Bisa Share Otomatis ke Google+ dan Twitter

Seperti dilaporkan Gizmodo, pihak Google menuturkan, tanda peringatan dan kata-kata tidak aman akan ditampilkan dalam warna merah.

Sebelumnya, penggunaan HTTP terlalu tinggi untuk menandai semua laman HTTP dengan peringatan merah yang kuat, tetapi pada bulan Oktober 2018 (Chrome 70), akan mulai menampilkan peringatan ‘tidak aman’ merah ketika pengguna masuk data pada halaman HTTP.

BACA JUGA:
Google Duo Bakal Bisa Video Call Grup hingga Tujuh Orang

Seperti diketahui laman HTTP yang tidak terenkripsi sangat berbahaya apabila digunakan sebagai sarana login ke suatu layanan online. Informasi login rentan dicegat oleh hacker selagi ditransfer dari komputer pengguna ke server.