Jakarta, Selular.ID –┬áSetelah sejumlah bocoran, Fitbit akhirnya meluncurkan pelacak kebugaran baru, Fitbit Charge 3.

Fitbit Charge 3 merupakan penerus dari perangkat pelacak kebugaran sebelumnya dengan sejumlah peningkatan. Salah satunya adalah wearable device mengusung fitur layar touchscreen.

Namun, Fitbit Charge 3 tidak dibekali GPS, jadi pengguna akan dipaksa untuk memasangkan wearable device itu dengan smartphone miliknya agar fitur-fiturnya bisa bekerja.

BACA JUGA:
Ini Tiga Keunggulan Fitbit Charge 3 Dibandingkan Versa

Sisi baiknya, Fitbit Charge 3 memiliki “desain swimproof premium yang ditingkatkan,” serta lebih dari 15 mode latihan.

Berbicara tentang layar touchscreen baru, Fitbit mengatakan layarnya kini sekitar 40 persen lebih besar dan lebih terang dari pendahulunya.

Selain itu, Fitbit Charge 3 seharusnya menjadi perangkat wearable pertama yang menampilkan tombol induktif.

Baterai di dalam pelacak kebugaran diklaim mampu menawarkan hingga 7 hari penggunaan, sementara penambahan sensor SpO2 memungkinkan potensi untuk memperkirakan perubahan kadar oksigen dalam darah dan membantu melacak indikator kesehatan baru.

BACA JUGA:
Market Share Wearable Device Apple Menurun

Fitbit Charge 3 sudah tersedia untuk pre-order di Amerika Serikat dengan banderol $149,95 atau setara Rp2,2 juta, sementara ketersediaan ritel global akan dimulai pada bulan Oktober.

Pelacak kebugaran Fitbit Charge 3 hadir dalam warna hitam dengan selubung aluminium grafit atau abu-abu biru dengan tutup aluminium rose gold.

Fitbit Charge 3 Edisi Khusus dengan Fitbit Pay juga akan tersedia untuk dibeli seharga USD169,95 atau sekitar Rp2,5 juta.