Jakarta,Selular.ID – Perangkat Android kembali disusupi Malware, namun peneliti keamanan di Palo Alto Networks mencurigai pengembang aplikasi Android yang secara tidak sadar menjadi kaki tangan pembuat malware tersebut.

Tim peneliti mengungkapkan, bahwa
kemungkinan besar mereka mengembangkan aplikasi Android di perangkat Windows yang sudah terinfeksi malware. Tentunya tanpa sepengetahuan mereka.

Kecurigaan itu bukan tanpa sebab, dilaporkan Technadu, peneliti keamanan di Palo Alto Networks mengungkap temuan baru tentang 145 aplikasi di Google Play yang menyembunyikan malware.

BACA JUGA:
Manfaatkan Sensor Gerak, Malware Android Kian Pintar Bersembunyi

Malware tesebut terindekasi
menginfeksi aplikasi Android berupa file executable (.exe) berbasis Microsoft Windows.

Disebutkan, malware itu memiliki kemampuan untuk menginstal key-logger di Windows, bukan ke perangkat Android.

Meski tidak berimbas secara langsung kepada perangkat Android, penyebaran malware ini cukup memprihatinkan.
Pasalnya, seperti yang dijelaskan oleh peneliti keamanan, ini berarti pengembang merancang aplikasi buatannya di perangkat yang terinfeksi virus atau pun malware.

BACA JUGA:
Kaspersky Lab : Jumlah Ransomware Meningkat Sebesar 43% di Tahun 2018

Dengan begini, potensi pengguna aplikasi buatan pengembang tersebut terinfeksi virus atau pun malware semakin besar.

Sebenarnya pengguna Android tidak perlu berlebihan menghadapi teror malware, pasalnya jika berkaca pada Google hang sudah dibekali fitur Play Protect, seharusnya malware akan sulit untuk menyusup.

Namun pihak Google beralasan, bahwa firur tersebut saat ini masih belum sempurna. Mereka juga berdalih jika para peretas kini semakin pandai dalam menipu AI Play Protect sehingga dapat lolos saat pemeriksaan.

BACA JUGA:
Vendor Ini Pre-Instal Aplikasi Malware di Smartphone-nya

Sebagai tindak lanjut atas situasi tersebut, yang dilakukan Google
menarik aplikasi tersebut dari Play Store.