Jakarta, Selular.ID – Vendor asal China, ZTE tengah berupaya mencari pembiayaan senilai USD10,7 miliar. Pinjaman tersebut akan diajukan oleh delapan dewan direksi baru yang baru ditetapkan, sejalan dengan permintaan regulator AS sebagai salah satu syarat pemulihan bisnis mereka di negara itu.

Vendor yang bermarkas di Shenzen itu, terpaksa menangguhkan operasinya bulan lalu setelah larangan impor oleh AS. Perundingan marathon yang melibatkan kedua pemerintahan, berujung pada pemberian penangguhan yang dikeluarkan minggu lalu oleh otoritas AS. Namun ZTE harus memenuhi tiga syarat utama, yakni mengganti seluruh dewan direksi sebanyak 14 orang, membayar denda US$ 1 miliar dan menempatkan tambahan US$ 400 juta sebagai dana penjaminan.

BACA JUGA:
ZTE: 2019, Bisnis Digital Lebih Menguntungkan Buat Operator

Setelah melanjutkan perdagangan saham minggu ini, perusahaan menguraikan langkah pertama yang diambil untuk mematuhi aturan yang ditetapkan oleh Departemen Perdagangan AS (DoC). Harian Financial Times melaporkan bahwa perusahaan mengajukan kredit senilai CNY30 miliar (US$ 4,7 miliar) dari Bank of China dan US$ 6 miliar dari cabang Bank Pembangunan China, Shenzhen.

Akibat sanksi keras dari Departemen Perdagangan AS, ZTE diperkirakan telah menelan kerugian hingga US$ 2 miliar. Perusahaan harus membayar denda dalam waktu 60 hari setelah menyetujui penyelesaian (pada 8 Juni lalu) dan menyelesaikan perubahan manajemennya dalam 30 hari.

BACA JUGA:
Dengan Teknologi Ini, ZTE Mendukung Peningkatan Produktivitas Nelayan di Gorontalo

Dalam sebuah pernyataan resmi, ZTE memutuskan perubahan dewan direksi, dengan nominasi anggota baru dan penunjukan lima direktur non-independen: Li Zixue; Li Buqing; Gu Junying; Zhu Weimin; dan Fang Rong.

Reuters mencatat lima anggota dewan direksi baru itu berasal dari perusahaan-perusahaan yang terkait dengan negara yang merupakan pemegang saham atau memiliki hubungan investasi dengan ZTE.

BACA JUGA:
Nubia X 512GB Mulai Pre Order

Tiga direktur eksekutif non-independen juga telah ditetapkan, yakni Cai Manli, Yuming Bao, dan Gordon NG. Ketiganya memiliki latar belakang hukum. Yuming Bao, misalnya, merupakan penasehat hukum untuk beberapa perusahaan multinasional termasuk Cisco dan News Corporation.