Saturday, July 20, 2019
Home Apps Lebih Menguntungkan, Grab Pay Resmi Jadi Finteh

Lebih Menguntungkan, Grab Pay Resmi Jadi Finteh

-

Jakarta, Selular.ID – Layanan transportasi online seperti Gojek dan Grab kini tengah fokus ke metode pembayaran mereka yakni Gopay dan Grab Pay.

Bisnis fintech sepertinya lebih menjanjikan daripada layanan transportasi mereka. Sejumlah pengamat menilai keuntungan dari bisnis fintech ini cukup besar serta biaya dan resikonya lebih kecil.

Bima Yudistira, Pengamat Ekonomi INDEF memprediksikan valuasi layanan Grab Pay dan Go Pay akan terus meningkat. Gojek memang sudah lebih dulu meresmikan Gopay sebagai fintech dan telah mendapat izin operasi dari Bank Indonesia (BI). Kini langkah tersebut diikuti Grab dengan meresmikan Grab Pay sebagai layanan Fintech.

“Grab Pay sudah resmi jadi fintech dan telah mendapat izin operasi dari BI. Grab bekerjasama dengan penyedia layanan e-money Ovo untuk transaksi keuangan,” ujar Tri Sukma Anreianno, Head of Public Affairs Grab Indonesia saat ditemui SelularID di sela diskusi publik di kantor INDEF, Jakarta, Kamis (7/6/2018).

Tri mengatakan pada aplikasi Grab di kanan atas ada logo Ovo.

“Layanan Grab Pay kita sudah terintegrasi dengan Ovo. Grab Pay tak hanya digunakan untuk membayar layanan Grab saja. Sekarang Grab Pay bisa digunakan untuk bayar parkir, rumah sakit dan lainnya yang terintegrasi dengan Ovo,” ucapnya.

Tri memprediksikan bahwa potensial pengguna Grab untuk layanan Grab Pay kedepannya mencapai 50 juta pengguna di Indonesia.

“Kita belum punya data pengguna Grab di Indonesia saat ini. Yang jelas jutaan. Layanan Grab Pay ini jelas mendongkrak jumlah pengguna Grab,” papar pria berkacamata tersebut.

Jika Grab lebih fokus ke fintech, bagaimana dengan layanan transportasi dan turunannya?

Baca juga: GoPay Sudah Jadi Fintech, GrabPay Kapan ?

“Tak hanya Grab Pay, kita masih fokus ke layanan transportasi online dan turunannya,” tutup Tri.

Latest