Tuesday, May 21, 2019
Home Devices 3 Komponen Chipset Qualcomm Snapdragon yang Wajib Diketahui

3 Komponen Chipset Qualcomm Snapdragon yang Wajib Diketahui

-

Jakarta, Selular.ID – Produsen hardware asal Amerika Serikat, Qualcomm memang identik dengan serangkaian teknologi canggih yang diusungnya. Beragam produk yang telah diciptakan Qualcomm hingga saat ini. Untuk perangkat mobile, Snapdragon merupakan produk andalan Qualcomm.

Ini terbukti dengan kinerja chipset Snapdragon yang mampu mengoptimalkan performa smartphone. Hampir semua smartphone yang beredar di pasaran saat ini menggunakan chipset Snapdragon. Mulai dari smartphone low-end hingga flagship menggunakan chipset Snapdragon dengan seri yang berbeda.

“Chipset Snapdragon yang digunakan smartphone di pasaran saat ini meliputi seri 800, 600, 700, 400 dan 200. Semua varian chipset tersebut mengusung teknologi handal yang dapat mendukung kinerja smartphone,” ucap Dominikus Susanto, Senior Product Marketing Manager Qualcomm Indonesia ditengah acara Snapdragon Academy 1.0, di bilangan Kuningan, Jakarta, Kamis (31/05/2018).

Dominikus Susanto, Senior Product Marketing Manager Qualcomm Indonesia saat acara Snapdragon Academy 1.0
(Donnie Pratama Putra/SelularID)

Dominikus mengatakan dalam sebuah chipset Snapdragon ada beberapa komponen yang dapat bekerja sesuai dengan tugas masing-masing. Komponen tersebut tergabung dalam System on Chip (SoC).

Chipset Qualcomm Snapdragon berukuran sangat kecil (Donnie Pratama Putra/SelularID)

“SoC dalam smartphone berukuran kecil disesuaikan dengan bentuk perangkatnya. Fungsinya sama dengan motherboard pada komputer,” ungkap Dominikus.

Berikut komponen chipset Snapdragon.

1. CPU (Central Prosesing Unit)

CPU merupakan otak atau pusat dari semua komponen di dalam chipset. CPU memberikan perintah kepada komponen lain untuk melaksanakan tugas masing-masing.

“Selama ini banyak orang salah sangka mengenai CPU dan prosesor. CPU itu bagian kecil dari prosesor. CPU kita menggunakan nama Kryo. Prosesor itu biasanya dalam satuan core,” tutur Dominikus.

Dominikus menegaskan bahwa kinerja sebuah smartphone tak melulu ditentukan oleh CPU. Clock-speed dari CPU dan jumlah core CPU tidak selalu menentukan performa dari CPU, katanya.

“CPU itu ibarat Direktur dalam sebuah perusahaan. Dia bekerja bersama dengan tim nya. Masing-masing tim memiliki tugas masing-masing. Dalam hal ini seperti Graphics Processing Unit (GPU), Digital Signal Processor (DSP), Image Signal Processor (ISP), Secure Processing Unit (SPU) dan lainnya. Kerjasama tim yang baiklah yang mampu mengoptimalkan kinerja samrtphone,” jelasnya.

2. Graphics Processing Unit (GPU)

GPU merupakan bagian dari SoC yang bertugas menangani semua hal yang berhubungan dengan tampilan visual pada layar. Mulai dari tampilan 2D hingga 3D disajikan oleh GPU.

“GPU kita menggunakan nama Adreno. GPU diibaratkan seorang desainer. Yang menentukan tampilan visual bagus atau tidak GPU. GPU mampu membuat visualisasi semakin tajam terutama ketika gaming,” pungkas Dominikus.

Ketika gaming, tentunya peran CPU dibutuhkan untuk membantu GPU.

“GPU memastikan gambar mulus dan tidak patah-patah ketika gaming. GPU juga mendukung konten VR baik game maupun video VR,” ujar Dominikus.

Dikatakannya, GPU pada seri chipset Snapdragon terbaru sudah mendukung teknologi Foveated rendering. Teknologi ini memungkinkan GPU bekerja optimal ketika menggunakan konten VR.

“Teknologi ini mampu memindai retina kita dan mefokuskan penglihatan ketika bergerak sehingga otak dan mata sinkron. Awalnya chipset kami hanya bisa merespon gerakan atas, bawah, kanan dan kiri saat menggunakan headset VR,” tambah Dominikus.

Dijelaskan Dominikus GPU juga bisa dijadikan untuk mining bitcoin.

3. Spectra Image Signal Processor (ISP)

ISP sengaja diciptakan Qualcomm untuk menjadi otak bagi kamera dalam menentukan kualitas gambar.

“Banyak orang salah persepsi selama ini. Mereka meyakini bahwa yang menentukan hasil foto bagus atau tidak nya adalah lensa dan resolusi yang digunakan bahkan dukungan teknologi AI. Sebenarnya yang menentukan kualitas foto adalah ISP,” tukas Dominikus.

Cara kerjanya, ISP akan mendeteksi objek dengan algoritma.

“Kemudian ISP akan mengarahkan lensa menangkap objek tersebut. Titik fokus suatu objek foto juga ditentukan oleh ISP. Jika tidak fokus atau fokusnya lama tandanya ISP tidak bekerja optimal,” imbuh Dominikus.

ISP akan berusaha mempertahankan warna objek dalam kondisi apapun, meski minim cahaya.

“Begitupun ketika selfie, ISP ini yang akan mengenali objek foto wajah manusia atau bukan. Dia juga dapat mendeteksi titik-titik di wajah. ISP ini jugalah yang mendukung teknologi AI beuty. Jika ada jerawat, ISP mendeteksinya kemudian menyamarkan jerawat tersebut bukan menghapusnya,” tutup Dominikus.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest