Saturday, July 20, 2019
Home Selular Congress Marcia Sun, Figur Kunci dibalik Sukses Infinix

Marcia Sun, Figur Kunci dibalik Sukses Infinix

-

Jakarta, Selular.ID – Lembaga riset IDC Indonesia, mengungkapkan sepanjang kuartal keempat 2017, pengapalan smartphone mencapai 7,8 juta unit. Turun sebesar 9 persen dari tahun ke tahun (YoY). Alasan terjadinya penurunan ini, menurut IDC adalah karena kombinasi kurangnya suplai pengiriman dan kompetisi dari pemain besar yang berdampak pada sejumlah vendor.

Meski terjadi penurunan, persaingan bisnis smartphone di Indonesia justru semakin memanas. Pemain-pemain besar bergerak agresif demi menjaga pengusaan pasar yang telah mereka raih.

Demikian juga pemain menengah dan kecil yang terus bergerilya menghadirkan smartphone andalannya untuk merebut hati konsumen.

Salah satu vendor yang tak surut bertarung ditengah kerasnya kompetisi adalah Infinix. Brand asal Hong Kong ini, memang baru seumur jagung.

Mereka mulai menapaki pasar Nusantara sejak pertengahan 2015 melalui Hot Note X551.

Hingga 2017, lebih dari 10 produk telah dihadirkan Infinix di Tanah Air. Dengan promo pemasaran minim (dibandingkan vendor global lain yang masuk ke Indonesia), wajar market share smartphone Infinix masih terbilang kecil.

Namun pada kuartal keempat 2017, perusahaan mulai melihat peningkatan signifikan. Tercatat penjualan naik empat kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya di tahun yang sama.

Peningkatan penjualan tersebut ‘memaksa’ perusahaan untuk menambah satu lagi mitra EMS (Electronic Manufacture Service) selain Satnusa Persada (Batam), yakni Adi Reka Mandiri (ARM) yang berlokasi di Cikarang, Bekasi.

Penunjukkan ARM, selain untuk memenuhi TKDN 30% yang dipersyaratkan pemerintah, juga bertujuan untuk meningkatkan produksi smartphone besutan Infinix, sehingga perusahaan dapat memenuhi permintaan yang terus meningkat.

Saat ini momentum pasar boleh dibilang tengah berpihak pada Infinix. Strategi harga terjangkau namun mengusung spek Dewa layaknya Xiaomi, membuat Infinix menjadi buruan konsumen di Indonesia.

Tengok saja Infinix Hot S3. Ini adalah smartphone perdana Infinix yang menggunakan Qualcomm Snapdragon 430 Mobile Platform.

Apalagi Hot S3 hadir dengan kamera depan 20MP dengan lampu kilat LED ganda dan layar HD+ 5,7 inci rasio 18:9 yang tengah digandrungi.

Dalam peluncuran Hot S3 beberapa waktu lalu di Jakarta, Marcia Sun, SEA Regional Head Infinix Mobile, menyebutkan, total penjualan smartphone Infinix sepanjang 2017 sudah mencapai sekitar 500.000 unit.

Itu adalah pencapaian yang terbilang sangat bagus untuk vendor yang terbilang rookie di Indonesia. Apalagi Infinix bukanlah brand global sekelas Samsung, Oppo, Vivo, atau Huawei yang punya dana besar untuk menggelar aktifitas pemasaran.

Tentu saja, keberhasilan yang telah diraih menambah semangat Marcia untuk terus memantapkan posisi Infinix di Indonesia. Alhasil, target besar pun mulai dicanangkan.

“Induk usaha kami menargetkan saya untuk menjadi Top 2 brand smartphone online di Indonesia tahun ini. Secara umum (online & offline), Top 5,” ungkap Marcia.

Dengan brand awareness yang mulai tercipta, ia pun optimis pada tahun ini penjualan Infinix dapat meningkat dua kali lipat dibandingkan 2017.

Dengan pencapaian tersebut, sebagai figure kunci di Infinix, Marcia Sun layak diganjar dengan penghargaan “Excellence in Perfomance” pada ajang Selular Award 2018 yang digelar Selular Network di Jakarta (3/5/2018).

Baca juga: Penjualan Meningkat, Infinix Tambah Pabrik di Indonesia

Selamat untuk Marcia dan tim Infinix. Semoga performa Infinix semakin moncer lagi pada tahun-tahun mendatang.

Latest