Beranda News Telco Bernilai USD 26 Miliar, T-Mobile dan Sprint Akhirnya Sepakat Merger

Bernilai USD 26 Miliar, T-Mobile dan Sprint Akhirnya Sepakat Merger

-

Jakarta, Selular.ID – Setelah spekulasi selama bertahun-tahun, dua operator AS, T-Mobile dan Sprint akhirnya mengumumkan rencana untuk bergabung dalam transaksi saham senilai USD 26 miliar.

Perusahaan gabungan akan beroperasi di bawah T-Mobile dengan home base di Bellevue, Washington, dan akan dipimpin oleh CEO T-Mobile John Legere. COO T-Mobile Mike Sievert juga akan tetap pada posisi sebagai presiden dan COO dari gabungan entitas keduanya. Sementara anggota tambahan dari tim manajemen baru akan dipilih dari kedua perusahaan selama periode penutupan.

Masayoshi Son, chairman dan CEO SoftBank Group (pemilik Sprint saat ini), dan Marcelo Claure, CEO Sprint saat ini, akan bertugas pada dewan baru yang akan dibentuk T-Mobile.

Menurut GSMA Intelligence, T-Mobile dan Sprint adalah operator seluler terbesar ketiga dan keempat di AS, masing-masing, dengan pangsa pasar sebesar 19 persen dan 12 persen.

Verizon memimpin pasar dengan pangsa pasar 36 persen, diikuti Dengan AT & T (30 persen). Kesepakatan merger antar keduanya, akan langsung mengubah komposisi pasar. Operator hasil merger itu akan menjadi pemain nomor dua di AS, menggusur AT&T. Entitas gabungan juga itu akan memiliki nilai pasar sebesar $ 146 miliar.

Dalam sebuah pernyataan, Legere mengklaim kesepakatan itu akan menciptakan pesaingan yang sengit dengan skala jaringan untuk memberikan lebih banyak penawan bagi konsumen dan bisnis dalam bentuk harga yang lebih rendah, lebih banyak inovasi, dan pengalaman jaringan yang dimiliki oleh kedua operator.

CTO T-Mobile Neville Ray mengatakan kombinasi dari kepemilikan Sprint 2.5GHz, T-Mobile’s 600MHz, dan aset spektrum lainnya akan menciptakan jaringan seluler kapasitas tertinggi dalam sejarah AS.

Pasca kesepakatan merger, operator baru berharap dapat memperoleh lebih banyak spektrum, dengan catatan mereka akan mencari pengesampingan dari Federal Communications Commission (FCC) untuk menawar dalam lelang spektrum mmWave di masa mendatang.

Pelanggan Sprint diharapkan dapat dialihkan ke jaringan T-Mobile selama tiga tahun ke depan. Saat ini tercatat 20 juta pelanggan Sprint telah memiliki handset yang kompatibel dengan jaringan T-Mobile, dan perusahaan akan agresif memigrasi pelanggan suara di jaringan CDMA melalui teknologi VOLTE (Voice Over LTE).

Untuk meminimalkan gangguan layanan, Mike Sievert mengatakan bahwa operator gabungan akan mempertahankan CDMA pada jaringan 800MHz hingga semua pelanggan sepenuhnya dapat dialihkan.

Artikel Terbaru