Indonesia serangan malware


Jakarta,Selular.ID-Seperti yang sering diungkapkan oleh banyak pelaku periklanan bahwa konten dewasa sangat menjual. Namun, di dunia maya topik ini tidak hanya berfungsi sebagai metode untuk meningkatkan penjualan, tetapi juga sebagai alat untuk aktivitas berbahaya. Contohnya adalah diandalkan untuk serangan malware.

Hal ini semakin jelas, ketika para ahli Kaspersky Lab melihat bagaimana kejahatan dunia maya menggunakan konten dewasa dalam aktivitas mereka. Ternyata penggunaan topik porno paling aktif di lanskap ancaman perangkat mobile.

Dalam keterangan resminya dijelaskan, selama penelitian  yang berjudul ‘Cyberthreats facing users of adult websites and apps, para ahli Kaspersky Lab mengidentifikasi 23 jenis malware yang menggunakan konten porno untuk menyembunyikan fungsi mereka yang sebenarnya.

“Inilah salah satu alasan mengapa kita melihat begitu banyak serangan yang menggunakan malware porno. Alasan lainnya jauh lebih sederhana yaitu saat ini sudah begitu banyak orang yang mengkonsumsi konten melalui ponsel, termasuk konten dewasa juga,” ungkap Roman Unuchek, ahli keamanan di Kaspersky Lab dalam keterangan resminya

BACA JUGA:
Waspada, Penipuan Tiket Gratis di WhatsApp

Dikatakan Roman, pada tahun 2017, ada sebanyak 25,4% pengguna perangkat mobile yang harus berhadapan dengan malware, lebih dari 1,2 juta orang dan diserang oleh program berbahaya tersebut dengan menggunakan konten khusus dewasa untuk memancing mereka memasang perangkat lunak jahat di perangkat mereka.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa saat mengunduh aplikasi porno yang tidak dikenal, pengguna berisiko terkena infeksi yang bernama clickers. Setelah terinfeksi, malware ini mulai meng-klik tautan iklan atau mencoba memasukkan pengguna ke langganan WAP untuk menguras kredit seluler prabayar mereka.

BACA JUGA:
Berantas Malware Mobile, Avast Threat Lab Luncurkan Apklab.io

Lalu, trojan perbankan yang disamarkan sebagai pemutar video porno merupakan malware berkedok pornografi terbesar kedua yang paling sering disebar.

Setelah itu diikuti oleh malware rooting dan ransomware. Bahkan ransomware sering hadir dalam bentuk aplikasi yang sah untuk situs porno dikenal. Dalam banyak kasus, ransomware porno menggunakan taktik scareware yaitu mengunci layar perangkat dan menunjukkan pesan yang menyatakan bahwa konten ilegal (biasanya pornografi anak) telah terdeteksi pada perangkat, dan perangkat tersebut telah dikunci.

Untuk membuka kunci perangkat, korban harus membayar uang tebusan. Pesan ini biasanya dilengkapi dengan screenshot dari video porno anak yang sebenarnya.

Tapi, Roman mengatakan semua itu bisa dicegah. Untuk mencegah permasalahan malware atau penipuan siber terkait konten khusus dewasa, Roman menyarankan, hanya gunakan website terpercaya ketika berkaitan dengan konten khusus dewasa. Pasalnya Penjahat siber seringkali membuat situs porno palsu untuk tujuan tunggal yaitu menginfeksi korban dengan malware.

BACA JUGA:
Google Play Store Disusupi Malware Clipper Intai Cryptocurrency

Kemudian, jangan pernah memasang aplikasi Android dari sumber yang tidak dikenal, meskipun menjanjikan dapat mengakses konten yang Anda cari. Sebagai gantinya, gunakan aplikasi resmi dari sumber resmi, seperti Google Play.

Lalu, hindari membeli akun yang telah diretas ke website porno. Ini merupakan hal ilegal dan akun semacam itu kemungkinan di block pada saat  membelinya.

Yang terakhir, gunakan solusi keamanan internet yang handal yang mampu melindungi semua perangkat Anda dari jenis ancaman siber.