Monday, June 24, 2019
Home News Enterprise Qualcomm Ingin Kembangkan IoT Bersama Perusahaan Indonesia

Qualcomm Ingin Kembangkan IoT Bersama Perusahaan Indonesia

-


Jakarta, Selular.ID – Setiap tahun Qualcomm menyisihkan budget 20% dari total pendapatan untuk keperluan penelitan dan pengembangan (R&D). Komitmen itu membuat Qualcomm menjadi salah satu perusahaan teknologi yang memiliki investasi untuk R&D yang sangat signifikan.

“Inovasi sudah menjadi DNA Qualcomm,” sebut Shannedy Ong, Country Manager untuk Qualcomm Indonesia, pada sambutannya di acara New Year Gathering Qualcomm di Jakarta (24/1/2018).

Investasi yang besar itu kemudian menjadi dasar bagi Qualcomm dalam menciptakan inovasi baru yang bermanfaat bagi dunia khususnya untuk bidang teknologi nirkabel.

“Tidak heran, jika Qualcomm dapat menjadi salah satu yang terdepan dalam pengembangan inovasi yang mana dapat kita rasakan mulai dari CDMA hingga 5G dan juga merambah hingga bidang IoT, otomotif, kesehatan, dan komunikasi menggunakan drone (drone communication),” ungkapnya.

Di Indonesia sendiri pada tahun 2017, lanjut Shannedy, Qualcomm telah melakukan sejumlah program ataupun inisiatif yang mendorong pemerintah serta pemangku kepentingan (stakeholders) dalam mengembangkan ekosistem dalam negeri.

Adapun kegiatan-kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Pada Maret 2017, Qualcomm berkolaborasi dengan Telkomsel dan ASUS untuk mempercepat migrasi 4G LTE di Indonesia melalui program product bundling.

2. Bekerja sama dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Summit Institute of Development (SID), Qualcomm merampungkan program Qualcomm® Wireless Reach™ THRIVE di Lombok pada April 2017. Program ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kematian ibu dan anak melalui penerapan sistem registrasi online bernama OpenSRP.

3. Pada Agustus 2017, Qualcomm menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Kementerian Perindustrian untuk memerangi peredaran ponsel ilegal di Indonesia melalui validasi data IMEI.

4. Qualcomm menyelenggarakan “5G Seminar: Policy, Technology and Regulatory Perspective” bersama Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) dan Ericsson serta vendor teknologi dan operator telekomunikasi pada bulan Agustus 2017. Seminar ini bertujuan untuk mendiskusikan lebih lanjut persiapan Indonesia dari aspek kebijakan dan regulasi pemerintah dalam menghadapi datangnya teknologi 5G, sekaligus potensi dan perspektif pemain industri dalam implementasi 5G.

5. Demi meningkatkan budaya inovasi pada generasi muda, Qualcomm mengadakan kuliah umum di Universitas Indonesia, Depok dan Universitas Surya, Serpong pada bulan November 2017.

6. Di bulan yang sama, Qualcomm menyelenggarakan seminar inovasi kedua bertema “Mendorong Inovasi untuk Meningkatkan Daya Saing Indonesia” untuk mendiskusikan lebih lanjut mengenai cara meningkatkan keamanan sistem IP dan hak paten, dengan mengundang berbagai institusi pemerintah, pemain industri, dan juga para ahli serta akademisi, seperti Kementerian Hukum dan HAM, LIPI, BEKRAF, INDEF, Agate Studio, DycodeX, Amartha, dan eFishery.

Menurut Mantosh Malhotra, VP & President untuk Asia Tenggara, Qualcomm Technologies, Inc., Indonesia merupakan salah satu pasar yang penting bagi Qualcomm.

Ia menyatakan juga bahwa fokus perusahaan untuk Indonesia pada tahun 2018 antara lain mendorong perkembangan dan penyebaran teknologi global terbaru sehingga nantinya dapat memperluas ketersediaan dan konektivitas perangkat-perangkat baru yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di Indonesia dengan harga terjangkau, membantu perusahaan-perusahan lokal untuk dapat berkembang dan mampu bersaing secara global dengan memiliki lisensi paten, sekaligus mengambil andil dalam menciptakan mobile ekosistem di Indonesia.

Selain itu, Qualcomm juga merencanakan untuk bisa bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia untuk mampu mengembangkan teknologi IoT karena Mantosh menganggap bahwa IoT tidak hanya untuk pasar-pasar yang telah maju. Pasar-pasar yang tengah berkembang juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan industri tersebut.

Latest