Friday, February 21, 2020
Home News FinTech Pelaku Usaha Fintech Makin Serius Kembangkan Bisnisnya

Pelaku Usaha Fintech Makin Serius Kembangkan Bisnisnya

-

Jakarta, Selular.ID – Dalam laporan tahunannya, Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menilai bahwa para pelaku usaha fintech terus menunjukkan keseriusan dalam membangun usahanya.

Dari data yang dicatat AFTECH, sebanyak 49% perusahaan terbukti telah membangun sendiri atau mengeluarkan belanja modal (capex) untuk mengembangkan solusi keamanan data, 34% melakukan hal yang sama untuk mengembangkan solusi penyimpanan data (data warehousing) dan 23% melakukan hal yang sama untuk mengembangkan solusi tandatangan digital. Hal ini sejalan dengan harapan regulator untuk menciptakan layanan keuangan digital yang inovatif namun tetap memastikan kemampuan mitigasi risiko yang mumpuni.

Menurut Karaniya Dharmasaputra Sekretaris Jenderal AFTECH, bukti lain keseriusan pelaku usaha dalam mebangun usaha tekfin terlihat dari kesadaran akan pentingnya standarisasi. Laporan tahunan AFTECH menunjukkan 41,4% perusahaan tekfin telah mengikuti regulasi dan standar internasional dan masih mendambakan kejelasan terkait ISO 27001 sebagai standar yang disyaratkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi.

Pertumbuhan industri tekfin di tahun 2017 tidak lepas dari dukungan positif pemerintah melalui berbagai regulasi dan inisiatif yang diluncurkan sepanjang tahun. Hal ini dirasakan oleh pelaku usaha yang secara umum dilaporkan puas dengan kinerja baik Bank Indonesia (BI) dan OJK sepanjang tahun 2017. Ke depannya, pelaku usaha berharap terjalin komunikasi dan kolaborasi yang lebih baik dengan para regulator, serta terdapat peta jalan (roadmap) pemerintah yang lebih jelas terkait pengembangan industri.

Baca juga: Fintech Pembayaran Dominasi Pertumbuhan Fintech Indonesia Selama 2017

Namun demikian, 62.3% dari pelaku usaha masih melihat verifikasi calon nasabah tanpa tatap muka (remote KYC) sebagai masalah regulasi utama. “Kendala utama pelaku usaha adalah melakukan verfikasi nasabah tanpa tatap muka (presence-less) dan tanpa kertas (paperless). Mengingat geografi Indonesia yang sangat menantang untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok, dimana transaksi keuangan tidak dapat dilakukan seluruhnya secara fisik, maka layanan mobile atau yang dilakukan secara jarak jauh menjadi preposisi keunggulan tekfin yang dapat turut mendukung peningkatan layanan keuangan,” ungkap Karaniya.

AFTECH memprediksi, di masa mendatang, sektor keuangan digital akan didominasi oleh platform tekfin dari aplikasi transportasi, e-commerce dan perusahaan tekfin independen. Selain itu, peta persaingan tekfin ke depannya juga masih akan dibayangi oleh pemain-pemain dari platform internet atau teknologi global, lembaga keuangan konvensional dan perusahaan infrastruktur teknologi, termasuk perusahaan telekomunikasi.

Latest