spot_img
BerandaNewsFinTechPembayaran Digital Dominasi Fintech Indonesia 2017

Pembayaran Digital Dominasi Fintech Indonesia 2017

-

IMG_20171222_081904
Jakarta, Selular.ID – Indonesia merupakan negara dengan nilai transaksi fintech tertinggi di Asia Tenggara. Bank Indonesia memprediksi total transaksi fintech hingga akhir tahun 2017 akan mencapai US$18,65 miliar.

Data dari Direktorat Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK mengungkapkan bahwa terdapat 25 pemain fintech yang telah mendapat izin dari OJK hingga November 2017 lalu, atau sekitar 29,41% dari seluruh perusahaan fintech yang terdata (85%).

Sebanyak 33 perusahaan fintech lainnya sedang dalam proses pendaftaran dan 27 lainnya telah menyatakan keinginan untuk melakukan registrasi.

“Fintech bukan melulu soal payment. Lanskap fintech sangat fragmanted, mulai dari pembayaran digital, peer to peer lending, cicilan, dll,” ujar Fanny Verona, Managing Director, Digital Artha Media (DAM), dalam acara media gathering di Jakarta (21/12/2017).

Menurut Asosiasi Fintech dan OJK, pelaku fintech di Indonesia masih didominasi oleh sektor pembayaran (43%), pinjaman (17%), dan sisanya adalah agregator, crowdfunding, personal or financial planning dan lainnya.

Kenapa payment nomor satu? Fanny menyerukan pembayaran adalah kebutuhan dasar. Dari segi bisnis, dari startup sampai konglomerat, semua terjun ke payment. Semua kalangan usia pasti melakukan transaksi. Namun saat ini masih didominasi uang tunai. Makanya payment besar.

Lending juga besar, kata Fanny, karena di Indonesia kebutuhan utang mencapai Rp1600 triliun per tahun. Sementara pelaku finance nasional baru bisa meng-cover Rp600 triliun. Sisanya datang dari macam-macam, dari pegadaian atau pinjam ke teman.

Ketiga terbesar adalah price comparison, karena orang Indonesia sukanya diskon. Kenapa? Karena barang yang kita pakai itu barang komoditi, jadi semua barang pasti sama, harganya saja yang berbeda-beda.

Bagaimana prediksi fintech Indonesia pada 2018?

Menurut Kamar Dagang Indonesia (KADIN), investasi fintech di tahun 2018 diprediksi akan menembus angka Rp105,6 triliun.

Menurut Data dari Statista, transaksi fintech di Indonesia akan mencapai US$23,8 miliar pada 2018, dan US$37,15 atau setara dengan Rp494 triliun pada tahun 2021.

Pada 2018, pembayaran digital akan tetap mendominasi sektor fintech di tanah air.

Artikel Terbaru