News

China Telecom Akhirnya Masuk Ke Filipina

China-TelecomJakarta, Selular.ID – Pemerintah Filipina membenarkan bahwa China Telecom bakal menjadi operator ketiga di negara itu, dengan rencana untuk berinvestasi dalam layanan internet yang sering dikritik sangat lambat, meski sudah memasuki era 4G. Demikian The Philippine Star melaporkan belum lama ini.

Operator selular terbesar ketiga di China itu, akan menyuntikkan nilai investasi yang belum disebutkan jumlahnya, guna merangsang tumbuhnya kompetisi yang sangat dibutuhkan ke pasar Filipina, sejalan dengan permintaan khusus dari presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Meski akan resmi masuk ke Filipina, juru bicara kepresidenan, Martin Andanar mengatakan China Telecom harus mencari mitra lokal, karena peraturan membatasi kepemilikan utilitas publik dari pemerintah sebesar 40%.

“Pemerintah bergerak dengan cepat, karena masyarakat sudah jengkel dengan kualitas telepon yang buruk dan layanan internet yang lambat. Inilah alasan mengapa presiden membuka pintu masuk untuk pemain ketiga”, kata Andanar.

Baca juga :  IBM: 59% Organisasi Percepat Transformasi Digital Selama Pandemi

Sebagai operator terbesar ketiga di China, China Telecom telah meraih 245 juta pelanggan telepon selular dan 132 juta sambungan broadband nirkabel pada akhir Oktober 2017 .

Sebelumnya pada November 2017, Duterte mengundang China untuk berinvestasi di sektor telekomunikasi negara tersebut untuk mengakhiri duopoli saat ini yang dipegang oleh PLDT dan Globe Telecom.

Tawaran tersebut diajukan Duterte pada Oktober 2016, setelah memperingatkan dua operator selular dominan bahwa dia akan membuka pasar jika mereka gagal memperbaiki layanan yang buruk.

Duterte mengatakan pada saat itu dia berbagi rasa frustrasi dengan pengguna ponsel di negara itu, yang telah mengalami kecepatan internet yang lambat dan kualitas layanan di bawah standar.

Baca juga :  Gandeng BukuWarung, Modalku Salurkan Dana 6,5 juta untuk UMKM

Riset yang dilakukan OpenSignal (meliputi Mei – Juli 2017) menunjukkan kecepatan download rata-rata di negara kepulauan itu, hanya mencapai 8,6 Mbps dibandingkan dengan kecepatan rata-rata global sebesar 16,2 Mbps.

Di sisi lain, Manuel Pangilinan, chairman dan CEO PLDT, menyambut baik kehadiran operator asing ke Filipina. Dirinya siap untuk menjalin kerjasama agar industri selular di Filipina semakin kompetitif.

“Kami mempertimbangkan untuk menggandeng operator China sebagai mitra strategis untuk unit digital atau bahkan dalam ikatan dengan PLDT itu sendiri”, ujar Manuel.

Selain China Telecom, Philippine Telegraph and Telephone (PT & T), juga mempertimbangkan untuk bermitra dengan investor luar negeri guna membangun kembali kekuatan sebagai pemain telekomunikasi utama. Perusahaan berencana untuk menawarkan layanan internet broadband nasional dalam tiga tahun ke depan.

About the author

Uday Rayana

Editor in Chief

Leave a Comment