Siap-Siap, Smartfren Bakal Tutup Layanan CDMA Akhir Tahun ini

Derrick SuryaJakarta, Selular.ID – Pada akhir Desember 2016, Smartfren secara resmi mengumumkan penutupan jaringan pada frekuensi 1900 MHz miliknya. Penutupan tersebut tidak terlalu berdampak pada pelanggan CDMA Smartfren karena masih bisa memakai jaringan di frekuensi 850 MHz.

Namun, setelah setahun, pemanfaatan CDMA di jaringan 850 Mhz juga tak akan berlangsung lama. Pasalnya, Smartfren berniat untuk menutup layanan tersebut pada Desember 2017. Hal ini terungkap dari perbicangan Selular.ID dengan Derrick Surya, Head of Brand and Marketing Communication Smartfren belum lama ini.

Menurut Derrick, penutupan CDMA di frekuensi 850 MHz dilatari sejumlah faktor. Diantaranya, keinginan Smartfren agar seluruh pelanggan yang saat ini berjumlah 12 juta, menggunakan layanan 4G LTE Advance yang sudah diperkenalkan perusahaan sejak Agustus 2015.

Derrick mengungkapkan, hingga kuartal ketiga 2017, total pelanggan yang telah memanfaatkan layanan 4G berjumlah 7 juta.

“Sehingga dengan penutupan CDMA di frekuensi 850 MHz itu, diharapkan dapat mempercepat proses migrasi dari pelanggan tersisa”, ujar Derrick.

Faktor lain yang juga tak kalah penting adalah, keinginan operator yang identik dengan warna merah menyala itu, agar okupansi jaringan 4G Smartfren yang telah menyebar ke banyak kota di Indonesia, dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pelanggan.

Menurut Derrick, 4G LTE bukan menjadi sekedar peningkatan teknologi, melainkan sebuah peningkatan dari cara komunikasi, karena dengan kecepatan koneksi khususnya data yang lebih tinggi serta stabilnya jaringan 4G LTE dapat memberikan cara baru berkomunikasi, misalnya melalui data call.

Di sisi lain, untuk mempercepat proses migrasi tersebut, Smartfren telah menggencarkan kembali peluncuran produk andalannya, Andromax. Tercatat, dalam dua bulan terakhir, pihaknya telah memperkenalkan A2 dan Prime. Dua varian Andromax itu mempertegas positioning baru Andromax. Yakni, smartphone untuk segmen bawah alias low end.

Sedangkan pasar untuk segmen mid to high end, Smartfren akan terus menggencarkan program bundling dengan berbagai vendor handset papan atas, seperti Samsung, iPhone, Xiaomi, dan lainnya.

Dengan waktu tersisa dua bulan, Derrick mengatakan bahwa pihaknya akan menggencarkan berbagai program komunikasi agar pelanggan segera beralih ke layanan 4G LTE. Diharapkan masa transisi dapat tuntas dalam beberapa bulan ke depan. Sehingga pada kuartal pertama 2018, semua pelanggan Smartfren adalah pelanggan 4G LTE.