SHARE

Advan G1 Pro Hadir dengan Fitur Keamanan yang InovatifJakarta, Selular.ID – Memasuki semester kedua 2017, dua vendor lokal, masing-masing Polytron dan Advan telah meluncurkan suksesor untuk kasta tertinggi mereka. Polytron mengusung Prime 7 dan Advan memperkenalkan G1 Pro. Prime 7 merupakan generasi kedua dari Prime 7s. Sedangkan G1 Pro kelanjutan dari G1.

Belajar dari smartphone generasi pertama, baik Polytron maupun Advan sama-sama berupaya mempertajam strategi komunikasi pemasaran, terutama menyangkut feature dan keunggulan produk. Sehingga diharapkan bisa lebih sukses dibandingkan produk terdahulu.

Prime 7 misalnya, lebih diposisikan sebagai produk untuk kalangan penyuka kegiatan ekstrem yang gemar berpetualang dan melakukan pekerjaan berat.

Smartphone terbaru Polytron ini terbukti tahan terhadap benturan sekalipun dijatuhkan dari ketinggian tertentu dan terlindas mobil.

Dalam demo, Prime 7 dijatuhkan dari ketinggian tujuh meter, atau dari lantai dua mal, setelahnya smarthpone anti-banting ini tetap bisa menyala. Begitu juga, ketika demo video yang disuguhkan, Prime 7 berada pada posisi dilindas mobil, alhasil Prime 7 juga tetap menyala.

Polytron Prim 7(6)

Mengedepankan fitur break resistant, Polytron Prime 7 ini menggunakan Nano Molding Technology (NMT) yang membuat smartphone ini tahan banting.

“Prime 7 memadukan IPS Retina Display dan Gorilla Glass dengan Native Damage Resistant yang dikenal dengan kekuatan pelindung display yang sudah teruji,” jelas Usun Pringgodigdo, GM Mobile Phone Division Polytron.

Jika Polytron Prime 7 menyasar konsumen yang aktif berkegiatan outdoor, Advan G1 Pro membidik pengguna yang peduli dengan fitur keamanan. Selain fitur finger print yang sudah umum diusung smartphone flagship pada umumnya, Advan G1 Pro terbilang lebih maju di sisi privacy bagi penggunanya.

Hal ini terlihat dari dibenamkanya fitur Face Unlock yang memungkinkan smartphone hanya dapat dibuka hanya dengan mendeteksi wajah si pemilik smartphone.

Jika seseorang berusaha membuka atau mengintip smartphone tersebut maka fitur face unlock akan mengaktifkan fitur Intruder selfie yang bekerja merekam wajah seseorang yang berusaha mengitip atau membuka smartphone tersebut, berdasarkan waktu dan aplikasi apa yang hendak dibuka. Sehingga pemilik dapat mengetahui secara detail kapan dan siapa yang mencoba membuka G1 Pro miliknya melalui sebuah notifikasi.

Menariknya, dengan fitur-fitur yang inovatif dan mumpuni itu, baik Prime 7 maupun G1 Pro dipatok dengan harga yang sangat terjangkau untuk kantung konsumen.

Polytron Prime 7 dibandrol Rp 2.599.000. Sedangkan Advan G1 Pro hanya Rp 1.699.000.

Harga tersebut cukup jauh berbeda dibandingkan generasi pertama. Saat peluncuran pada November 2016, Prime 7s dipatok di atas 3 juta. Begitu pun dengan G1 yang dihargai Rp 2,3 juta, saat dirilis Februari 2017.

Aksi pangkas harga yang dilakukan Polytron dan Advan untuk produk di kasta tertinggi, bisa dibilang mengikuti jejak Luna. Luna adalah smartphone kelas menengah besutan, PT Aries Indo Global, produsen Evercoss.

Seperti diketahui, varian Luna G yang merupakan suksesor dari Luna dipangkas lebih rendah. Jika Luna (generasi pertama) dipatok seharga Rp 5,5 juta, Luna G yang diperkenalkan pada April 2017, dibandrol dengan harga lebih terjangkau. Yakni hanya Rp 2 jutaan.
Penetapan harga yang lebih rendah membuat varian Luna G yang diposisikan sebagai smartphone untuk pecinta game, terbilang sukses di pasaran.

“Untuk smartphone gaming dengan harga Rp 2 jutaan, Luna G menjadi primadona pasar. Smartphone kami ludes hingga 60 ribu unit dalam rentang tiga bulan,” ungkap Suryadi Willim, Marcomm Manager Luna Smartphone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here